Breaking News

Prof Budu: Unipol Melaju Pesat, Dua Prodi Raih Akreditasi Unggul

SOPPENG — Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M.(K), M.Med.Ed., mengaku terkesan melihat perkembangan Universitas Lamappapoleonro (Unipol) Soppeng. Ia menilai Unipol menunjukkan perkembangan yang pesat sejak berubah bentuk menjadi universitas pada 2021.

Hal tersebut disampaikan Prof Budu saat memberikan sambutan pada Wisuda Universitas Lamappapoleonro di Lamappapoleonro Convention Centre, Soppeng, Rabu, 30 September 2026.

“Saya sungguh terkesan dan memiliki harapan yang besar pada Unipol. Wisudanya besar dan banyak. Unipol terus berkembang,” ujar Prof Budu.

Ia mengingatkan bahwa perjalanan Unipol hingga menjadi universitas bukan proses yang sederhana. Unipol merupakan hasil penggabungan STIE Lamappapoleonro dan STMIK Lamappapoleonro, yang kemudian memperoleh izin penggabungan dan perubahan bentuk menjadi Universitas Lamappapoleonro melalui SK Kemendikbudristek Nomor 297/E/O/2021.

Perubahan bentuk tersebut menuntut kesiapan dari berbagai aspek, mulai dari tata kelola kelembagaan, program studi, sumber daya manusia, sistem penjaminan mutu, hingga pemenuhan standar penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Karena itu, menurut Prof Budu, perjalanan Unipol sejak 2021 dapat dilihat sebagai proses membangun fondasi sebelum kemudian mempercepat langkah.

“Kalau fondasinya kuat, bangunannya bisa terus ditambah. Kalau mesinnya terus dirawat, kendaraan bisa melaju lebih jauh,” kata Prof Budu, menggambarkan pentingnya menjaga mutu di tengah pertumbuhan Unipol.

Ia kemudian menyoroti perkembangan mutu akademik Unipol. Menurutnya, sistem penjaminan mutu menjadi salah satu aspek yang harus terus dijaga agar pertumbuhan perguruan tinggi berjalan seiring dengan peningkatan kualitas.

Dalam satu tahun terakhir, dua program studi Unipol disebut telah meraih akreditasi Unggul, yakni Program Studi Teknik Informatika dan Program Studi Magister Manajemen.

“Ini luar biasa,” kata Prof Budu.

Menurutnya, capaian tersebut perlu diikuti dengan kemampuan Unipol membaca perubahan. Perguruan tinggi, kata dia, tidak cukup hanya mempertahankan apa yang sudah berjalan, tetapi perlu melihat ke mana arah dunia kerja dan bagaimana perubahan minat calon mahasiswa.

“Unipol agar selalu adaptif dan selalu bertransformasi seiring perkembangan zaman, termasuk proyeksi kebutuhan dunia kerja dan kecenderungan minat calon mahasiswa khususnya generasi Z,” ujarnya.

Prof Budu mengatakan LLDIKTI Wilayah IX memiliki kepentingan besar dalam pengembangan pendidikan tinggi di daerah. Dengan ratusan perguruan tinggi dalam wilayah kerjanya, LLDIKTI IX terus mendorong perguruan tinggi untuk meningkatkan mutu dan menyesuaikan diri dengan perkembangan pendidikan tinggi.

Ia menggambarkan Unipol sebagai kampus yang sedang melaju di tengah perubahan zaman yang cepat.

“Unipol bagaikan melesat berkembang di era modern. Di era yang berat ini kalau kita tidak kreatif, kita akan tertinggal,” katanya.

Menurutnya, kreativitas dan kemampuan beradaptasi akan menjadi bagian penting dalam perjalanan Unipol ke depan. Perubahan teknologi, kebutuhan dunia kerja dan karakter generasi baru menjadi tantangan yang perlu dibaca perguruan tinggi.

Kepada para wisudawan dan alumni, Prof Budu juga menitipkan pesan agar kelulusan tidak menjadi garis akhir hubungan dengan almamater.

“Alumni tidak boleh lepas dari keluarga besar Unipol,” pesannya.

Ia berharap para alumni tetap menjadi bagian dari perjalanan Unipol, baik melalui kontribusi di masyarakat, jejaring profesional maupun dukungan terhadap pengembangan almamater.

Wisuda tersebut dihadiri Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, anggota DPRD Kabupaten Soppeng, jajaran Forkopimda, pimpinan perbankan, BUMN dan BUMD, civitas academica Unipol, serta para orang tua dan keluarga wisudawan.

Bagi Unipol, momentum tersebut menjadi bagian dari perjalanan lima tahun setelah perubahan bentuk menjadi universitas. Dari dua sekolah tinggi yang bergabung pada 2021, Unipol kini mulai menorehkan capaian pada jenjang program studi dan pascasarjana, sekaligus menghadapi tantangan untuk terus menjaga laju pertumbuhannya.
Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - ERABRITA.COM