Breaking News

Golkar, Camidu, dan Supriansah: Tiga Nama yang Menguasai Percakapan Politik Soppeng Sepekan Terakhir

Catatan Redaksi

SOPPENG — Sepekan terakhir, ada tiga nama yang nyaris tidak lepas dari percakapan warga Soppeng, baik di media sosial, grup percakapan, hingga pemberitaan media lokal: Golkar, Camidu, dan Supriansah.

Ketiganya seakan saling terhubung dalam satu momentum besar yaitu Konsolidasi Partai Golkar Dapil Sulawesi Selatan II yang dipusatkan di Gedung Serba Guna La Patau, Soppeng, Sabtu (16/5/2026).

Sejak beberapa hari sebelum acara berlangsung, atmosfer politik mulai terasa di Kota Kalong. Bendera kuning Partai Golkar terpasang di sejumlah ruas jalan utama hingga pintu masuk kota. Berbagai media juga mulai ramai memberitakan persiapan konsolidasi yang menghadirkan jajaran elite Golkar Sulsel.

Momentum itu semakin menguat ketika Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhiddin M. Said, datang langsung memantau persiapan bersama sejumlah pengurus partai. Kehadiran Muhiddin yang merupakan putra asli Soppeng ikut menjadi perhatian tersendiri di tengah kader dan masyarakat.

Puncaknya terjadi pada 16 Mei 2026. Rombongan kader berbaju kuning memenuhi jalan menuju Gedung La Patau. Suasana konsolidasi berlangsung meriah dan penuh semangat.

Dalam sambutannya, Muhiddin mengaku puas dengan pelaksanaan konsolidasi tersebut dan memberi apresiasi kepada panitia pelaksana dari DPD II Golkar Soppeng.

“Kalau konsolidasi di dapil Sulsel I dan Sulsel III sudah luar biasa, maka di Soppeng ini lebih luar biasa lagi. Suasananya seperti Musda,” ujar Muhiddin disambut tepuk tangan kader.

Namun di balik hiruk-pikuk konsolidasi itu, ada satu tempat yang diam-diam ikut menjadi pusat perhatian: Camidu.

Warkop yang berada tepat di seberang Gedung La Patau itu mendadak menjadi titik pertemuan para tokoh politik, jurnalis, hingga tokoh masyarakat. Meski tampil sederhana dan baru beroperasi sekitar tiga bulan, Camidu memiliki suasana yang membuat pengunjung betah berlama-lama, seakan ada aura magis kuat yang membuat ingin berkumpul di sini. 

Di tempat itu, obrolan mengalir tanpa kasta. Percakapan politik, candaan, hingga diskusi santai berlangsung cair. Pengunjung tidak sibuk sendiri dengan telepon genggamnya. Mereka saling menyapa, berbincang, dan membaur.

Beberapa petinggi Golkar Sulsel bahkan terlihat ngopi bersama di lokasi tersebut, di antaranya Muhiddin M. Said, Supriansa, Kadir Halid, Rahman Pina, Mustamin Toputiri, hingga Nasaruddin Upel.

Nama Supriansah sendiri menjadi salah satu yang paling sering diperbincangkan dalam momentum konsolidasi ini.

Mantan Wakil Bupati Soppeng periode 2015–2020 dan mantan anggota DPR RI itu memang dikenal memiliki gaya komunikasi yang cair dan dekat dengan berbagai kalangan. Meski kini lebih banyak beraktivitas di Jakarta, setiap kedatangannya ke Soppeng hampir selalu menarik perhatian publik.

Karakter pergaulannya yang tidak membatasi diri pada status sosial maupun kelompok tertentu membuatnya mudah diterima di berbagai ruang.

Dalam rangkaian konsolidasi Golkar Sulsel II, Supriansa tampak aktif mendampingi Muhiddin memantau persiapan hingga mengikuti jalannya kegiatan. Kehadirannya bahkan disebut langsung oleh Muhiddin dalam sambutan resmi acara.

“Dr. Supriansah datang dari Jakarta hanya untuk Golkar. Beliau sangat peduli terhadap Partai Golkar,” kata Muhiddin.

Bagi sebagian kader, kehadiran Supriansa bukan hanya simbol dukungan, tetapi juga salah satu magnet yang ikut menghidupkan suasana konsolidasi di Soppeng.

Golkar, Camidu, dan Supriansah. Tiga nama yang dalam sepekan terakhir seolah membentuk satu cerita tentang politik, pertemanan, dan ruang kebersamaan di Kabupaten Soppeng.
Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - ERABRITA.COM