Data yang dihimpun Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Soppeng tersebut menunjukkan Kecamatan Lilirilau menjadi wilayah dengan jumlah hewan kurban terbanyak, yakni 405 ekor sapi. Disusul Kecamatan Marioriwawo sebanyak 272 ekor sapi, Lalabata 177 ekor sapi dan 14 ekor kambing, serta Liliriaja dengan 168 ekor sapi.
Di Kecamatan Marioriawa tercatat 137 ekor sapi dan 14 ekor kambing dipotong pada momentum Iduladha tahun ini. Sementara Kecamatan Donri-Donri mencatat 93 ekor sapi dan 22 ekor kambing, Ganra 107 ekor sapi dan 15 ekor kambing, serta Citta sebanyak 51 ekor sapi.
Selain jumlah hewan kurban, data tersebut juga mencatat jumlah pemberi dan penerima kurban di seluruh Kabupaten Soppeng. Total pemberi kurban mencapai 9.870 orang, sedangkan penerima manfaat tercatat sebanyak 36.134 orang.
Kecamatan Lilirilau menjadi daerah dengan jumlah pemberi kurban terbanyak, yakni 2.835 orang. Adapun jumlah penerima kurban terbesar berada di Kecamatan Marioriwawo dengan 8.160 orang.
Kepala Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Soppeng, Dr. Muhammad Yunus, mengatakan data tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi mengalami penambahan menjelang Hari Raya Iduladha.
Menurutnya, laporan pemotongan hewan kurban dari masyarakat biasanya terus masuk hingga hari-hari terakhir sebelum pelaksanaan Iduladha.
“Biasanya masyarakat baru melaporkan data kurbannya mendekati hari pelaksanaan Iduladha, sehingga angka ini masih sangat mungkin bertambah,” ujar Muhammad Yunus kepada erabrita.com (26/5/2026).
Ia menilai tingginya angka kurban tahun ini menunjukkan antusiasme dan kepedulian sosial masyarakat Soppeng tetap terjaga.
“Distribusi hewan kurban tahun ini cukup merata di seluruh kecamatan dan memberi manfaat kepada puluhan ribu warga,” katanya.
0 Komentar