Breaking News

"Rayakan Karya Ceritakan Makna" Jadi Ruang Presentasi Proyek Siswa Kelas 6 Lagaligo SDN 161 Karya

Soppeng (16/4/5/2026). Siswa Kelas 6 Lagaligo SDN 161 Karya menampilkan berbagai hasil proyek dalam kegiatan bertema “Rayakan Karya, Ceritakan Makna”. Kegiatan ini menjadi bagian dari Project Akhir IPAS yang memberi kesempatan kepada siswa mempresentasikan ide dan hasil karya mereka di hadapan pengawas, kepala sekolah, guru, dan orang tua siswa.

Dalam presentasi tersebut, siswa tidak hanya menunjukkan produk yang dibuat, tetapi juga menjelaskan latar belakang masalah, proses pengerjaan, hingga menjawab pertanyaan dari tamu undangan.

Sebanyak tujuh proyek dipresentasikan dengan mengangkat persoalan sederhana yang ditemui di lingkungan sekitar.

Kelompok pertama memperkenalkan Durian Fresh Spray, semprotan penghilang bau durian. Ide ini muncul dari pengalaman bau durian yang sering menempel di tangan maupun pakaian dan sulit hilang meski sudah dicuci.

Kelompok kedua menghadirkan manisan dari kulit semangka. Mereka memanfaatkan bagian kulit semangka yang biasanya dibuang untuk diolah menjadi makanan yang memiliki nilai guna.

Kelompok ketiga membuat Vas Mekar dari daun pisang kering yang banyak ditemukan di sekitar rumah. Daun-daun tersebut diubah menjadi kerajinan vas bunga.

Pada kelompok keempat, siswa menampilkan Kalender Tutup Botol. Tutup botol plastik bekas dirangkai menjadi kalender sebagai bentuk pemanfaatan kembali sampah plastik.

Kelompok kelima memperkenalkan mie sehat berbahan dasar tahu sebagai alternatif mie instan. Proyek ini berangkat dari rendahnya minat anak-anak mengonsumsi tahu serta tingginya konsumsi mie instan.

Sementara kelompok keenam menghadirkan Rice Ball Cheese, olahan nasi yang dibuat dari sisa nasi agar tidak terbuang percuma dan bisa disajikan dalam bentuk makanan yang lebih menarik.

Kelompok ketujuh mempresentasikan Wuluh Nusantara, minuman berbahan dasar belimbing wuluh yang selama ini lebih sering digunakan sebagai pelengkap masakan.

Pengawas Gugus 15, Siti Halijah, mengapresiasi keberanian siswa saat mempresentasikan proyek mereka di depan publik. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat melatih kemampuan komunikasi, berpikir kritis, dan kepercayaan diri siswa.

Kepala SDN 161 Karya, Huriah, menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari pembelajaran yang mendorong siswa lebih aktif mengembangkan ide dan keterampilan mereka.

Wali Kelas 6 Lagaligo, Eka Gustiani, menjelaskan bahwa proyek IPAS dirancang agar siswa mampu melihat persoalan di sekitar mereka lalu mencoba mencari solusi melalui proses belajar yang lebih aplikatif.

Dalam pengerjaan proyek, siswa memanfaatkan berbagai perangkat digital seperti Chromebook, laptop, tablet, android, dan Akun Belajar.id. Penyusunan proyek dilakukan secara kolaboratif melalui Google Docs, sementara presentasi dan desain visual dibuat menggunakan Canva serta teknologi AI untuk kebutuhan banner dan tampilan kegiatan.

Presentasi proyek menggunakan PID atau Papan Interaktif Digital sehingga pemaparan berlangsung lebih interaktif. Kegiatan dipandu oleh Rosmawati R.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar menyusun proyek, tetapi juga melatih kemampuan menyampaikan ide, bekerja sama, dan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran.
Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - ERABRITA.COM