Di antara nama yang menjadi perhatian publik Sulawesi Selatan adalah Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H., Brigjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid, dan Brigjen Pol. Nasri Sulaeman, S.I.K., M.H. Ketiganya merupakan perwira tinggi asal Sulawesi Selatan yang kini dipercaya menduduki jabatan penting di tingkat kepemimpinan kepolisian daerah.
Brigjen Pol. Faizal resmi diangkat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Wakapolda NTT). Sebelum mendapat amanah tersebut, ia menjabat sebagai Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri.
Dalam mutasi itu, Faizal menggantikan Brigjen Pol. Baskoro Tri Prabowo yang dimutasikan sebagai Pati Polda NTT dalam rangka memasuki masa pensiun.
Sementara itu, Brigjen Pol. Yudhi Sulistianto Wahid dipercaya menjabat Kepala Kepolisian Daerah Bengkulu. Ia menggantikan Irjen Pol. Mardiyono yang mendapat penugasan baru sebagai Kakorbinmas Baharkam Polri.
Yudhi merupakan putra AKBP (Purn.) Sultan Wahid. Ia lahir pada 22 Agustus 1972 dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1996 dari Batalyon Wira Satya.
Selain dikenal sebagai perwira Polri, Yudhi juga memiliki latar belakang di dunia olahraga judo. Sejumlah sumber menyebut ia pernah aktif sebagai atlet judo nasional pada era 1990-an dan mengikuti berbagai ajang olahraga internasional.
Kariernya di institusi Polri terbilang panjang dengan pengalaman di bidang kewilayahan maupun manajemen organisasi. Ia pernah menjabat Kapolres Majalengka dan Kapolres Subang sebelum dipercaya mengemban sejumlah jabatan strategis di Mabes Polri.
Sebelum ditunjuk sebagai Kapolda Bengkulu, Yudhi menjabat sebagai Karorenmin Bareskrim Polri sejak tahun 2023.
Selain Faizal dan Yudhi, mutasi Polri kali ini juga membawa Brigjen Pol. Nasri Sulaeman mendapat promosi jabatan sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Kapolda Sulteng). Sebelumnya, Nasri menjabat sebagai Wakapolda Sulawesi Selatan.
Nasri lahir di Ujung Pandang pada 5 Oktober 1968 dan memiliki akar keluarga dari Kabupaten Enrekang. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1991 dan tercatat satu letting dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Sebelum masuk Akpol, Nasri sempat menempuh pendidikan di Jurusan Sastra Prancis Universitas Hasanuddin. Namun kemudian ia memilih melanjutkan pendidikan kepolisian dan membangun karier panjang di Korps Bhayangkara.
Sepanjang perjalanan dinasnya, Nasri dikenal memiliki pengalaman kuat di bidang reserse dan investigasi. Ia pernah mengemban sejumlah jabatan strategis seperti Kapolres Jember, Dirreskrimum Polda Banten, Dirreskrimsus Polda Kalimantan Selatan, hingga Dirreskrimsus Polda Kalimantan Timur.
Ia juga pernah bertugas di lingkungan pendidikan Polri sebagai Kasespimmen Sespim Lemdiklat Polri setelah menyelesaikan pendidikan Sespimti pada tahun 2016.
Penunjukan Nasri sebagai Kapolda Sulteng menjadi langkah baru dalam perjalanan kariernya setelah sebelumnya bertugas sebagai Wakapolda Sulsel sejak Juni 2024. Pengalaman tersebut dinilai memperkuat kapasitas kepemimpinannya di tingkat kewilayahan.
Sementara Brigjen Pol. Faizal dikenal memiliki pengalaman kuat di bidang penegakan hukum lalu lintas dan manajemen operasional kepolisian. Jabatan Dirgakkum Korlantas Polri yang sebelumnya diembannya merupakan salah satu posisi strategis di tingkat Mabes Polri.
Penempatannya sebagai Wakapolda NTT dinilai menjadi bagian dari penguatan kepemimpinan Polri di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan sosial yang beragam.
Mutasi ini sekaligus menunjukkan kiprah putra-putra Sulawesi Selatan yang terus mendapat kepercayaan menduduki posisi strategis di institusi Polri.
Dengan pengalaman organisasi dan rekam jejak pengabdian yang dimiliki, ketiga perwira tinggi tersebut diharapkan mampu menghadirkan kepemimpinan yang profesional, humanis, dan responsif dalam menjaga keamanan serta pelayanan kepada masyarakat di wilayah tugas masing-masing. (Dari berbagai sumber)
0 Komentar