Momentum penyerahan tersebut menghadirkan kesan kuat layaknya penetapan dan penyerahan mandat kepada ketua terpilih pasca Musda. Situasi yang tergambar menyerupai fase akhir Musda, di mana proses pemilihan telah usai dan berlanjut pada penegasan arah kepemimpinan.
Penyerahan rekomendasi ini sekaligus menjadi indikasi kuat bahwa DPP Partai Golkar memberikan dukungan kepada , yang akrab disapa Aco, untuk memimpin DPD Golkar Sulsel.
Dalam prosesi penyerahan itu, Bahlil menyampaikan secara langsung pesan strategis kepada IAS:
"Saya mengucapkan Bismilllahirrahmanirrahim, saya serahkan rekomendasi diskresi DPP Partai Golkar kepada Kak Aco untuk selanjutnya dipergunakan sebagaimana mestinya dan untuk membesarkan partai golkar di wilayah Sulawesi Selatan, kembalikan marwah dan kebesaran partai golkar dengan menjemput seluruh kekuatan tokoh tokoh dan kader dalam rangka perbaikan partai golkar ke depan. Dengan target, Kak Aco, naik (tambah) kursi, Kak Aco. Itu yang paling penting".
Menanggapi hal tersebut, Ilham Arief Sirajuddin langsung menyatakan penerimaan dan komitmennya:
" Saya terima, ketum, Insya Allah, apa yang disampaikan dan sebagai komitmen saya, Insya Allah tegak lurus dan komitmen untuk meningkatkan kursi di SulSel".
Penyerahan tersebut disaksikan oleh sejumlah petinggi partai. Bahlil didampingi Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M. Sarmuji dan Bendahara Umum DPP Partai Golkar Sari Yuliati. Sementara itu, di samping Ilham Arief Sirajuddin ada politisi senior Golkar Sulsel, Nurdin Halid dan Supriansah.
Momen ini memperlihatkan arah konsolidasi Partai Golkar Sulsel ke depan. Penyerahan rekomendasi diskresi tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga terbaca sebagai pesan politik DPP terkait arah kepemimpinan dan target peningkatan kursi di Sulawesi Selatan.
0 Komentar