Breaking News

Bupati Soppeng: Jangan Paksakan Siswa Masuk Kampus Baru Sebelum Rampung Dan Aman

SOPPENG — Bupati Soppeng menegaskan bahwa siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 64 Soppeng belum boleh dipindahkan ke kampus permanen di kawasan Lempa apabila pembangunan belum sepenuhnya rampung dan dinyatakan aman untuk ditempati.

Penegasan itu disampaikan saat menghadiri Open House Setahun Sekolah Rakyat di kampus sementara SRT 64 Soppeng yang menempati eks RSUD Ajjappange, Jumat (19/6/2026).

Menurut Bupati, progres pembangunan kampus permanen Sekolah Rakyat di Lempa saat ini baru mencapai sekitar 70 persen. Karena itu, rencana pemindahan siswa pada awal tahun ajaran baru harus mempertimbangkan aspek keselamatan secara menyeluruh.

Ia menekankan bahwa keberadaan alat berat yang masih beroperasi, pekerjaan konstruksi yang belum selesai, serta fasilitas pendukung seperti pagar pengaman dan akses jalan yang masih dalam tahap pengerjaan menjadi alasan utama mengapa kampus baru belum layak ditempati.

“Kalau bangunan itu belum selesai 100 persen, jangan dipaksakan digunakan. Keselamatan anak-anak kita jauh lebih penting,” tegasnya.

Bupati mengingatkan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan berasrama yang menampung anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Karena itu, seluruh lingkungan sekolah harus dipastikan aman sebelum ditempati oleh peserta didik.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Soppeng tidak ingin mengambil risiko dengan memindahkan siswa ke lokasi yang masih menjadi area pekerjaan konstruksi.

“Selama kendaraan berat masih bekerja dan fasilitas keamanan belum tuntas, saya minta siswa tetap belajar di kampus sementara. Jangan sampai ada potensi bahaya yang mengancam keselamatan mereka,” ujarnya.

Ia juga menginstruksikan pihak terkait untuk mempercepat penyelesaian pembangunan kampus permanen tanpa mengabaikan kualitas pekerjaan. Setelah seluruh sarana pendukung, termasuk pagar, jalan lingkungan, dan fasilitas keamanan lainnya selesai, barulah proses pemindahan siswa dapat dilakukan.

Saat ini kegiatan belajar mengajar SRT 64 Soppeng masih berlangsung di kampus sementara eks RSUD Ajjappange. Sementara kampus permanen di Lempa terus dikebut pengerjaannya untuk menjadi pusat pendidikan Sekolah Rakyat di Kabupaten Soppeng.

Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari cepatnya pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi seluruh peserta didik.
Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - ERABRITA.COM