Breaking News

Camidu, Piazza del Calcio

Beberapa pekan terakhir, ada yang berbeda di tengah Kota Soppeng. Warkop Camidu mendadak berubah wajah. Bukan karena ganti menu atau renovasi besar-besaran, melainkan karena satu hal, Piala Dunia 2026.

Puluhan bendera negara peserta berjejer di depan warung. Dari kejauhan, Camidu terlihat lebih mirip posko FIFA daripada tempat ngopi. Di dalam, bendera-bendera kecil menghiasi dinding, membuat setiap sudut seolah memiliki kewarganegaraan sendiri.

Tak berlebihan kalau warkop ini disebut Camidu, Piazza del Calcio. Dalam bahasa Italia, piazza berarti ruang publik tempat orang berkumpul, sementara calcio berarti sepak bola. Singkatnya, inilah alun-alun sepak bola versi Soppeng.

Dari pagi hingga malam, suasana semakin hidup. Meja-meja yang biasanya hanya dipenuhi gelas kopi kini berubah menjadi ruang konferensi sepak bola internasional. Ada yang membahas peluang Brasil, ada yang mengulas regenerasi Prancis, ada yang tetap setia menunggu kebangkitan Jerman, dan ada pula yang mampu menjelaskan taktik pertandingan dengan keyakinan melebihi pelatih tim nasional.

Yang menarik, sebagian pengunjung bahkan datang mengenakan jersey negara peserta. Sekilas, suasananya seperti fan zone resmi Piala Dunia yang nyasar ke Soppeng.

Namun di antara semua warna bendera yang berkibar, ada satu warna yang tampaknya sedikit lebih dominan.

Biru langit dan putih. Argentina

Entah karena kebetulan atau memang ada gravitasi tertentu di Camidu, bendera Argentina selalu mudah ditemukan. Jersey Argentina tampak lebih sering nongkrong. Nama Argentina lebih sering disebut. Bahkan beberapa diskusi yang awalnya membahas tim lain, entah bagaimana ujung-ujungnya kembali ke Argentina.

Fenomena ini tentu belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Tetapi jika ada lembaga survei khusus perbincangan warkop, kemungkinan besar Argentina akan unggul jauh dalam elektabilitas... eh, popularitas.

Padahal pemilik Camidu mengaku netral. Sangat netral. Netral sekali.

Hanya saja ketika ditanya calon juara dunia, jawabannya sering mengarah ke negara yang sama.

Tentu sepak bola tidak sesederhana itu. Bola tetap bundar. Ia bisa memantul ke mana saja. Ia bisa membuat kejutan kapan saja. Tetapi ada satu teori yang mulai berkembang di Camidu:

 "Bola memang bundar, tapi di Camidu ia seolah tahu ke mana arah gawang."

Karena itu, setiap hari diskusi terus bergulir. Kopi terus diseruput. Prediksi terus dilontarkan. Perdebatan terus berlangsung. Dan di tengah lautan bendera dunia yang berkibar, muncul kesan bahwa via ad victoriam, jalan menuju kemenangan, sedang sedikit condong ke Buenos Aires.

Kalau ada pendukung Brasil, Prancis, Spanyol, atau Jerman yang protes setelah membaca tulisan ini, silakan datang langsung ke Camidu untuk melihatnya, pesan kopi dan tunggu sejenak. 

Sebab sampai hari ini, Camidu Piazza del Calcio masih terlihat seperti Piala Dunia mini yang kebetulan beralamat di Soppeng dan yang kebetulan pula, warna biru-putih Argentina tampak sedikit lebih percaya diri daripada yang lain. 😀

☕⚽🇦🇷 Via ad victoriam? Kayaknya memang. (AMZ) 
Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - ERABRITA.COM