Data tersebut dipaparkan langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia, Amalia Adininggar Widyasanti, S.T., M.Si., M.Eng., Ph.D., dalam kegiatan Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (10/6/2026).
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Soppeng menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir, dari 3,33 persen pada 2023, meningkat menjadi 4,06 persen pada 2024, lalu 4,77 persen pada 2025, dan mencapai 9,39 persen pada Triwulan I 2026.
Kegiatan yang dihadiri para kepala daerah dan perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan itu juga diikuti oleh Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle. Pada kesempatan tersebut, Sulawesi Selatan resmi menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Dalam paparannya, Kepala BPS RI menampilkan potret kinerja ekonomi Sulawesi Selatan pada Triwulan I 2026. Hasilnya menunjukkan mayoritas kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan mencatatkan pertumbuhan yang cukup tinggi, bahkan melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
Kabupaten Soppeng menjadi salah satu daerah yang mencuri perhatian dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 9,39 persen. Capaian tersebut menempatkan Bumi Latemmamala di posisi kelima tertinggi di Sulawesi Selatan, hanya berada di bawah Kabupaten Sinjai, Kepulauan Selayar, Maros, dan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Berikut daftar 10 daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Selatan pada Triwulan I 2026:
1. Kabupaten Sinjai: 11,14 persen
2. Kabupaten Kepulauan Selayar: 9,83 persen
3. Kabupaten Maros: 9,54 persen
4. Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep): 9,47 persen
5. Kabupaten Soppeng: 9,39 persen
6. Kabupaten Gowa: 9,05 persen
7. Kota Palopo: 8,94 persen
8. Kabupaten Tana Toraja: 8,29 persen
9. Kabupaten Bone: 7,84 persen
10. Kabupaten Bulukumba: 7,62 persen.
Posisi tersebut menempatkan Soppeng di atas sejumlah daerah besar lainnya, termasuk Kabupaten Gowa, Kota Palopo, Kabupaten Bone, dan Kabupaten Bulukumba.
Capaian ini juga jauh melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan yang tercatat sebesar 6,88 persen. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Soppeng berada jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada angka 5,61 persen pada periode yang sama.
Pertumbuhan ekonomi yang dicapai Soppeng pada awal tahun 2026 menjadi sinyal kuat semakin menguatnya fondasi perekonomian daerah. Jika menilik beberapa tahun terakhir, perjalanan ekonomi Soppeng menunjukkan tren peningkatan yang konsisten.
Tidak hanya mencatat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, Kabupaten Soppeng juga menunjukkan kualitas pembangunan yang semakin baik dari sisi pemerataan ekonomi masyarakat.
Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Soppeng berhasil meraih penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebagai daerah dengan Tingkat Ketimpangan Pengeluaran (Gini Ratio) terbaik se-Sulawesi Selatan Tahun 2025.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Gini Ratio Kabupaten Soppeng tercatat sebesar 0,331. Angka tersebut menjadi salah satu yang terbaik di Sulawesi Selatan dan menunjukkan tingkat ketimpangan pengeluaran masyarakat yang relatif rendah.
Gini Ratio yang rendah mengindikasikan bahwa kesenjangan antara kelompok masyarakat berpendapatan tinggi dan berpendapatan rendah semakin menyempit. Dengan kata lain, manfaat pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu, tetapi lebih merata dirasakan oleh masyarakat.
Atas capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Soppeng berupa penghargaan dan dana insentif sebesar Rp150 juta.
Keberhasilan mempertahankan tingkat ketimpangan yang rendah di tengah laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi menjadi indikator penting bahwa pembangunan ekonomi di Kabupaten Soppeng berjalan secara inklusif. Pertumbuhan yang tercipta tidak hanya menghasilkan peningkatan angka ekonomi secara makro, tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas terhadap kesejahteraan masyarakat.
Kombinasi antara pertumbuhan ekonomi sebesar 9,39 persen dan capaian Gini Ratio sebesar 0,331 memperlihatkan bahwa Kabupaten Soppeng tidak hanya menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Sulawesi Selatan, tetapi juga mampu menjaga pemerataan hasil pembangunan di tengah masyarakat.
0 Komentar