Audiensi ini menjadi tindak lanjut dari Focus Group Discussion (FGD) implementasi S-TIE (Soppeng Tobacco Integrated System) yang sebelumnya digelar untuk penguatan model bisnis dan peningkatan daya saing Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) Soppeng.
Tim UNHAS yang hadir dipimpin Dr. Romi Setiawan bersama Farhanah Ramdhani Sumardi, Muhammad Darwis, Muhammad Faizal Ramli, M. Iqbal, dan Ananda Lukman. Sementara dari pihak Perseroda turut hadir Plt Direktur Utama Musdar Asman, Direktur Administrasi dan Keuangan Mawardi bersama staf.
Dalam pertemuan tersebut, tim peneliti memaparkan progres riset yang tengah dilakukan, termasuk pengembangan sistem S-TIE yang dirancang untuk memperkuat model bisnis, rantai pasok, serta integrasi data dan pasar di kawasan SIHT.
Tim UNHAS juga menyampaikan bahwa SIHT Soppeng menjadi satu-satunya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Sulawesi Selatan yang lolos dalam Program Hilirisasi Riset skema Ajakan Industri Tahun 2026.
Bupati Soppeng mengapresiasi capaian tersebut dan menilai program ini memiliki potensi besar dalam mendorong penguatan industri hasil tembakau di daerah.
Ia berharap hasil riset yang dilakukan tidak hanya memetakan kondisi eksisting, tetapi juga mampu mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi kawasan industri.
Bupati juga menekankan pentingnya rekomendasi berbasis kajian ilmiah yang dapat menjadi dasar dalam memperkuat SIHT Soppeng ke depan.
“Pemerintah daerah berharap hasil kajian ini mampu menemukan masalah-masalah yang dihadapi SIHT sekaligus menghadirkan solusi atau formulasi ilmiah untuk penguatan kawasan, khususnya SIHT dan Perseroda secara umum,” harapnya.
Audiensi ini sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan pengelola kawasan dalam mendorong pengembangan SIHT Soppeng sebagai kawasan industri yang terintegrasi dan berdaya saing.
0 Komentar