Breaking News

Kenapa SD Negeri 7 Salotungo Rajin Ikutkan Siswa di Kompetisi? Ini Alasannya

Soppeng — OSPEG Competition 2026 yang digelar di Pondok Pesantren SMP Perguruan Islam Ganra pada 28–31 Januari 2026 menjadi lebih dari sekadar ajang perlombaan. Bagi SD Negeri 7 Salotungo, kegiatan ini merupakan ruang belajar terbuka, tempat anak-anak dilatih berani tampil, percaya diri, serta membangun mental dan karakter sejak usia dini.

Mengusung tema “Fit and Fun: Sehat Jasmani, Jiwa Bahagia”, OSPEG 2026 mempertemukan puluhan Sekolah Dasar dari Kecamatan Ganra hingga Lalabata dalam suasana penuh energi dan keceriaan. 

Di tengah semarak itu, SD Negeri 7 Salotungo tampil melalui Senam Anak Indonesia Hebat, menampilkan gerakan kompak dan ekspresi ceria yang mencerminkan pembiasaan anak berada di ruang publik.

Penampilan tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan yang diyakini sekolah, kompetisi bukan semata soal hasil, melainkan sarana membentuk keberanian, disiplin, dan karakter anak.

Kepala SD Negeri 7 Salotungo, Abdul Asis, S.Pd.I., menegaskan bahwa pihak sekolah secara konsisten mendorong peserta didik untuk mengikuti berbagai kompetisi, apa pun bentuknya, selama memberi ruang tumbuh bagi mental dan kepercayaan diri anak.

“Kami memandang kecerdasan, kreativitas, mental, dan karakter anak harus diasah terus-menerus. Salah satu caranya adalah membiasakan anak mengikuti kompetisi. Bukan untuk mengejar juara, tetapi agar anak berani tampil dan terbiasa menghadapi tantangan,” ujar Abdul Asis.

Menurutnya, karakter kompetitif tidak lahir secara instan. Anak-anak perlu dikenalkan sejak dini pada suasana lomba agar kelak tumbuh menjadi pribadi yang siap bersaing secara sehat.

“Anak hanya punya satu masa kecil. Di situlah fondasi mental dan karakter dibentuk. Jika sejak kecil mereka dibiasakan berani mencoba, ke depan mereka tidak mudah takut melangkah,” tambahnya.

Dalam OSPEG 2026 ini, lima siswa SD Negeri 7 Salotungo: Askari Fathurahman, Syafa Faiza Fahrani, Attiya Amira Azzahra, Andi Khayla Almira Maritza, dan Andi Yasmin Alfira, menjadi duta energi yang tampil penuh keyakinan. Upaya dan proses yang mereka jalani berbuah capaian peringkat ketiga, namun bagi sekolah, hasil tersebut dipandang sebagai bagian dari perjalanan belajar, bukan tujuan utama.

Pendampingan guru-guru Israwati, S.Pd; Dian Permata Sari, SE; dan Syamsul Rijal, S.Pd, serta dukungan orang tua dan seluruh warga sekolah yang hadir langsung menyaksikan, menjadi energi penting yang menguatkan mental anak-anak di atas panggung.

SD Neg 7 Salotungo kembali menegaskan bahwa pendidikan sejati tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga di panggung pengalaman. Ketika sekolah dan orang tua berjalan seiring, anak-anak tumbuh lebih berani dan percaya diri.

Dan bagi Ayah Bunda yang menginginkan pendidikan yang sehat, bahagia, dan bermakna, SD Negeri 7 Salotungo menunjukkan bahwa anak tidak hanya diajarkan untuk pandai, tetapi dibentuk untuk siap menghadapi kehidupan, selagi masa kecil masih menjadi ladang terbaik untuk menanam karakter.
Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - ERABRITA.COM