Breaking News

Setahun Suwardi Haseng –Selle KS Dalle, Praktisi Hukum Soppeng Nilai Skor SPI 80,48 Jadi Fondasi Integritas Daerah

SOPPENG — Setahun kepemimpinan H. Suwardi Haseng dan Selle KS Dalle sebagai Bupati dan Wakil Bupati Soppeng mulai menunjukkan jejak yang terukur. Salah satu indikatornya adalah capaian nilai 80,48 dalam Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Bagi Mappasessu, S.H., M.H., praktisi hukum dan advokat yang berdomisili di Kabupaten Soppeng, angka tersebut bukan sekadar statistik. Ia melihatnya sebagai cermin keseriusan pemerintah daerah dalam membangun sistem yang bersih dan akuntabel.

“Nilai 80,48 adalah salah satu ukuran objektif tentang seberapa kuat sistem pencegahan korupsi, transparansi anggaran, dan pengawasan internal dijalankan. Artinya, tata kelola pemerintahan kita berada pada jalur yang benar,” ujar Mappasessu saat dimintai tanggapan, Minggu (22/2).

Ia menilai, menjadi daerah dengan skor tertinggi di Sulawesi Selatan sekaligus masuk kategori zona hijau/terjaga menunjukkan bahwa budaya integritas di Soppeng tidak berhenti pada slogan. 

“Integritas itu tidak cukup diucapkan. Ia harus terasa dalam pelayanan publik sehari-hari. Kalau sistem pengendalian berjalan, risiko penyimpangan bisa ditekan dan kepercayaan publik akan tumbuh,” tambahnya.

Sebagai advokat kandidat Doktor ini, yang kerap menangani persoalan hukum keluarga, sosial, dan isu-isu publik, Mappasessu mengaku merasakan perubahan iklim birokrasi yang lebih terbuka. 

Menurutnya, kepastian prosedur dan transparansi pelayanan adalah kebutuhan dasar masyarakat kecil yang sering kali berhadapan langsung dengan pemerintah.

“Bagi masyarakat, yang paling penting adalah kepastian dan keadilan. Kalau tata kelola baik, maka masyarakat merasa aman. Ini modal sosial yang sangat strategis bagi daerah,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa capaian SPI tersebut bisa berdampak luas. Integritas yang terukur, lanjutnya, akan memperkuat legitimasi pemerintahan, meningkatkan daya tarik investasi, serta memberi kepastian bahwa pembangunan dikelola secara bersih dan profesional.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya justru ada pada konsistensi. “Meraih integritas itu sulit, tapi mempertahankannya jauh lebih sulit. Karena itu, komitmen harus terus dijaga. Pengawasan internal perlu diperkuat, partisipasi publik harus dibuka, dan transparansi tidak boleh mundur selangkah pun,” tegasnya.

Bagi Mappasessu, capaian ini patut diapresiasi sebagai fondasi kuat menuju pemerintahan Kabupaten Soppeng yang semakin transparan, profesional, dan benar-benar berorientasi pada kepentingan rakyat.

“Setahun ini adalah awal yang baik. Tugas kita bersama adalah memastikan fondasi ini tidak retak, tetapi justru semakin kokoh,” pungkasnya
Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - ERABRITA.COM