SOPPENG — Seorang bocah tampak berdiri di depan kamera dengan wajah sedikit tegang. Tangannya saling menggenggam, sesekali matanya melirik ke arah guru yang mendampingi di belakang kamera. “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…,” ucapnya pelan.
Beberapa detik kemudian, suara itu mulai mengalir lebih percaya diri. Pesan tentang kebaikan di bulan Ramadhan pun disampaikan dengan penuh kesungguhan.
Pemandangan seperti ini menjadi bagian dari kegiatan KulRam (Kultum Ramadhan) yang digelar oleh SDN 3 Lemba, Kabupaten Soppeng.
Program yang telah memasuki tahun ketiga atau KulRam Jilid III ini menjadi salah satu kegiatan unggulan sekolah dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan. Melalui program tersebut, para peserta didik diberi kesempatan untuk menyampaikan kultum bernuansa Ramadhan.
Menariknya, pesan-pesan singkat itu tidak hanya disampaikan di lingkungan sekolah, tetapi direkam dalam bentuk video dan kemudian disiarkan melalui berbagai platform media sosial agar dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
Bagi anak-anak, tampil di depan kamera bukan perkara mudah. Ada yang awalnya gugup, ada yang lupa teks, bahkan ada yang harus mengulang beberapa kali sebelum akhirnya berhasil menyampaikan kultum dengan lancar.
Namun di situlah proses belajar terjadi.
Kegiatan ini tidak hanya menanamkan nilai-nilai religius, tetapi juga menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengasah kemampuan berbicara di depan publik, menumbuhkan bakat, serta membangun rasa percaya diri sejak dini. Dengan bimbingan para guru, anak-anak belajar menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai islami dengan bahasa sederhana namun penuh makna.
Yang membuat kegiatan ini semakin menarik, proses pengambilan video tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah. Para siswa diajak merekam kultum di sejumlah ikon kota di Soppeng, seperti Taman Kota Watansoppeng, Taman Kalong, dan Taman Sutra.
Latar taman kota yang asri, pepohonan rindang, hingga suasana khas kota kecil yang tenang memberikan nuansa visual yang berbeda dalam setiap video yang dihasilkan. Secara tidak langsung, kegiatan ini juga menjadi cara kreatif untuk memperkenalkan wajah kota Soppeng kepada masyarakat luas melalui media digital.
Bagi pihak sekolah, KulRam bukan sekadar kegiatan Ramadhan biasa. Program ini diharapkan mampu membentuk karakter peserta didik yang berani tampil, mampu menyampaikan kebaikan, serta menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk menebarkan pesan-pesan positif.
Dari balik kamera sederhana, suara-suara kecil itu kini membawa pesan besar. Pesan tentang kebaikan, tentang keberanian, dan tentang harapan—yang disampaikan oleh anak-anak dari sebuah sekolah dasar di Soppeng, namun dapat didengar oleh siapa saja, di mana saja.
0 Komentar