Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas pengawas, pendamping pengawas, pustakawan, serta perwakilan kecamatan Lalabata, Marioriawa, Liliriaja, Citta, Donri-Donri, dan Marioriwawo.
Ketua FKKP Kabupaten Soppeng, Irfani, S.Sos., menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi momentum menyatukan langkah dalam memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat gerakan literasi sekolah.
“Perpustakaan tidak boleh lagi hanya menjadi pelengkap administrasi. Harus aktif, inovatif, dan benar-benar memberi dampak pada peserta didik,” tegasnya di hadapan peserta.
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Nur Alim, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyebut perpustakaan sekolah sebagai “jantung dan nadi pendidikan”.
Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan ruang kelas, tetapi juga sejauh mana sekolah menghadirkan ekosistem literasi yang hidup.
“Perpustakaan adalah ruang tumbuhnya ide, karakter, dan wawasan. Di sanalah literasi dan numerasi bisa diperkuat,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Pengawas, Hj. Andi Asati, S.Pd., M.Pd., memaparkan strategi membangun lingkungan sekolah yang kaya teks. Ia mendorong agar setiap perpustakaan menghadirkan bacaan bermutu dan menciptakan suasana yang membuat siswa nyaman membaca serta terbiasa berpikir kritis.
Melalui konsolidasi ini, FKKP Kabupaten Soppeng menegaskan komitmennya menjadikan perpustakaan sebagai motor penggerak literasi di sekolah. Sinergi antar pengelola dan dukungan pemerintah daerah diharapkan mampu memperkuat mutu pendidikan di Bumi Latemmamala secara berkelanjutan.
0 Komentar