Soppeng — Deru mesin motor tua terdengar pelan saat satu per satu kendaraan klasik memasuki kawasan Pasar Ramadhan Sukses, Jumat sore (6/3/2026). Bukan sekadar datang untuk parkir, puluhan motor Honda lawas itu kemudian berjajar rapi di area pasar, menarik perhatian pengunjung yang sedang ngabuburit.
Beberapa orang berhenti melangkah. Ada yang memotret. Ada pula yang mendekat, mengamati detail bodi motor yang tetap terawat meski usianya tidak lagi muda. Motor-motor tersebut merupakan bagian dari kegiatan Meet and Bike Show yang digelar komunitas Soppeng Honda Classic (SHC).
Komunitas pecinta motor klasik ini datang berkunjung sekaligus berkolaborasi meramaikan Pasar Ramadhan Sukses 2026 dengan mengusung tema “Peace, No Drug, No Blarr.”
Di antara motor yang dipamerkan terlihat sejumlah seri Honda klasik yang cukup dikenal di kalangan pecinta otomotif lama, seperti CB100, GL100, C70, C90, hingga Honda Win. Meski tergolong motor lawas, tampilannya tetap bersih dan terawat, menampilkan pesona khas kendaraan era lama.
Salah satu senior SHC, Rubiantono, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar pameran motor, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antaranggota komunitas.
“Ini juga menjadi ruang bagi kami untuk menampilkan eksotisme motor tua yang masih dirawat dan tetap digunakan sampai sekarang,” ujarnya.
Menurutnya, motor-motor klasik tersebut memiliki nilai historis dan emosional bagi para pemiliknya. Banyak di antaranya yang tetap dipertahankan keaslian komponennya.
Rubiantono juga memberikan apresiasi kepada panitia Pasar Ramadhan Sukses yang membuka ruang partisipasi bagi komunitas.
“Kami sangat mengapresiasi panitia karena telah memberi kesempatan kepada komunitas untuk berpartisipasi di lokasi Pasar Ramadhan,” katanya.
Ketua Panitia Pasar Ramadhan Sukses 2026, Agus Copli, menyambut baik keterlibatan komunitas dalam meramaikan kegiatan selama Ramadhan.
Menurutnya, Pasar Ramadhan bukan hanya ruang transaksi kuliner, tetapi juga ruang berkumpulnya berbagai elemen masyarakat.
“Panitia terbuka bagi semua komunitas yang ingin berpartisipasi, yang penting dikordinasikan dengan baik,” ujar Agus Copli.
Kehadiran puluhan motor klasik di tengah hiruk pikuk Pasar Ramadhan memberi warna tersendiri bagi pengunjung. Deretan kendaraan lawas itu menghadirkan nostalgia, mengingatkan bahwa mesin tua pun masih bisa terus hidup, selama dirawat dengan cinta.
0 Komentar