Breaking News

Tenant Sederhana, Antrean Panjang, Omzet Jutaan per Malam: DIMEN.ID di Pasar Ramadhan Soppeng

"Dalam satu malam, transaksi yang diperoleh pernah berada pada kisaran Rp7 juta hingga Rp10,5 juta. Sementara pada malam minggu, angka tersebut bahkan bisa menembus lebih dari Rp13 juta."



LIPUTAN KHUSUS
Oleh: amzulkarnain

Empat meja dan Sembilan kursi plastik tersusun sederhana di salah satu sudut Pasar Ramadhan SUKSES 2026 di Lapangan Gasis Watansoppeng. 

Dari luar, tenant ini tampak seperti lapak biasa. Tidak ada dekorasi mencolok. Hanya tenda sederhana, lampu penerang seadanya, dan antrean pembeli yang terus berdatangan setiap malam.

Tidak banyak yang menyangka, dari tempat sederhana ini transaksi bisa mencapai jutaan rupiah setiap malam. Bahkan pada malam tertentu angkanya bisa menembus belasan juta rupiah.

Informasi dari panitia Pasar Ramadhan SUKSES 2026 menyebutkan bahwa ada beberapa tenant yang memiliki transaksi jauh di atas rata-rata. Salah satunya adalah tenant bernama DIMEN.ID.

Nama tenant ini mulai menjadi perbincangan di kalangan pengunjung pasar ramadhan. Banyak yang penasaran bagaimana usaha dengan tampilan sederhana itu bisa menarik begitu banyak pembeli.

Rasa penasaran itu membuat saya mencoba berkenalan dengan pemiliknya. Kami kemudian duduk berbincang santai di kursi plastik warna coklat tepat di depan tenant tersebut.

Perempuan muda itu memperkenalkan dirinya sebagai Suci Awalia Ramadhani. Ia biasa dipanggil Suci. Di tengah kesibukan melayani pembeli, Suci masih sempat berbagi cerita tentang perjalanan usaha yang ia jalankan.

Menurutnya, brand DIMEN.ID sebenarnya bukan sepenuhnya baru. Usaha ini sebelumnya sudah lebih dulu hadir di Kabupaten Bone, dan pemilik utamanya adalah adiknya.

Menu utama yang mereka jual adalah dimsum, yaitu makanan khas Tiongkok berupa adonan tepung tipis yang diisi daging ayam atau campuran bahan lainnya, kemudian dikukus hingga matang. Teksturnya lembut dengan rasa gurih, sehingga cukup digemari berbagai kalangan, terutama anak muda.

Pada Juni 2025 lalu, mereka mencoba membuka usaha yang sama di Kabupaten Soppeng. Awalnya sangat sederhana. Usaha itu hanya dibuka dari rumah di kawasan BTN Mangkawani.

Namun di luar dugaan, usaha tersebut langsung mendapat perhatian masyarakat. Hanya dalam waktu sekitar satu minggu setelah dibuka, usaha itu mulai viral di kalangan warga Soppeng.
Banyak orang datang mencoba. Dari situ, nama DIMEN.ID mulai dikenal luas.

Meski terlihat berjalan mulus, perjalanan usaha itu juga tidak selalu mudah. Suci mengaku pernah mengalami pengalaman yang cukup pahit dalam menjaga kualitas produknya.

Suatu waktu, bahan ayam yang mereka terima ternyata tidak memenuhi standar kesegaran yang mereka tetapkan.
Alih-alih tetap digunakan, mereka memilih membuang seluruh bahan tersebut meski harus menanggung kerugian.

Bagi Suci, kualitas makanan yang disajikan kepada pelanggan tidak boleh ditawar.

“Pernah ada bahan ayam yang tidak memenuhi standar kesegaran kami, dan itu membuat kami harus rugi karena seluruh bahan tersebut kami buang,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa keputusan itu memang tidak mudah. Namun bagi mereka, kualitas dan keamanan produk untuk pelanggan adalah prioritas utama.

“Daripada mengambil risiko, kami memilih membuangnya. Dari situ kami belajar untuk memperketat sistem pengecekan bahan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran penting bagi usaha yang mereka jalankan.

Kini, saat mengikuti Pasar Ramadhan SUKSES 2026 di Lapangan Gasis Watansoppeng, tenant DIMEN.ID menjadi salah satu yang ramai diserbu pembeli setiap malam.

Suci mengungkapkan bahwa transaksi yang mereka catat selama pasar ramadhan berlangsung cukup menggembirakan. Dalam satu malam, transaksi yang diperoleh biasanya berada pada kisaran Rp7 juta hingga Rp10,5 juta. Sementara pada malam minggu, angka tersebut bahkan bisa menembus lebih dari Rp13 juta.

Angka tersebut tentu cukup mengejutkan bagi sebuah tenant yang terlihat sederhana dengan beberapa meja dan kursi plastik. Meski demikian, Suci mengaku tidak ingin terlalu larut dalam euforia angka transaksi tersebut. Baginya, perjalanan usaha masih sangat panjang.

Ketika ditanya apakah besarnya transaksi itu menjadi ukuran kesuksesan usahanya, Suci hanya tersenyum.
Ia memiliki pandangan sendiri tentang makna kesuksesan.

“Sukses bukanlah di awal, bukan pula di tengah jalan. Sukses itu ada di akhir perjalanan,” katanya.

Menurutnya, semua yang mereka dapatkan saat ini adalah rezeki yang patut disyukuri.

“Ini semua adalah pemberian Allah SWT. Kami hanya berusaha dan menjalankan usaha ini sebaik mungkin,” ujarnya.

Di tengah hiruk pikuk Pasar Ramadhan SUKSES 2026, kisah DIMEN.ID mungkin akan menjadi salah satu cerita yang terus dikenang.

Dari empat meja plastik, belasan kursi sederhana, dan kerja keras yang konsisten, sebuah usaha kecil mampu menarik perhatian banyak orang.
Bagi sebagian orang, kisah seperti ini bisa menjadi inspirasi. Bahwa sebuah usaha tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar.

Kadang cukup dengan langkah kecil, ketekunan, dan komitmen menjaga kualitas. Selebihnya, waktu dan kepercayaan pelangganlah yang akan menentukan perjalanan sebuah usaha.
Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - ERABRITA.COM