Kegiatan ini berlangsung di Four Points by Sheraton Makassar sejak 7 hingga 10 April 2026, dan diikuti oleh 50 sekolah dari wilayah Indonesia bagian timur.
Bimtek ini bertujuan meningkatkan kapasitas satuan pendidikan dasar dalam mengelola kegiatan ekstrakurikuler secara terencana, terorganisasi, dan berkelanjutan sesuai bakat dan minat peserta didik.
Pembina Utama Madya Direktorat Sekolah Dasar, Dr. H. Khamim, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah strategis dalam memperkuat peran ekstrakurikuler.
“Ekstrakurikuler merupakan wahana penting dalam pembentukan karakter, pengembangan bakat, serta penumbuhan kepemimpinan peserta didik sejak dini,” ujarnya saat membawa materi, Kamis (9/4/2026).
Ia menambahkan, pendidikan karakter tidak cukup hanya melalui hafalan, tetapi harus dibiasakan dalam perilaku sehari-hari, termasuk melalui kegiatan ekstrakurikuler yang terintegrasi dengan pembelajaran di sekolah.
Mengacu pada Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024, ekstrakurikuler merupakan kegiatan pengembangan karakter yang bertujuan memperluas potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerja sama, dan kemandirian peserta didik secara optimal di bawah bimbingan satuan pendidikan.
Salah satu peserta dalam kegiatan ini adalah SD Negeri 25 Madello, Kabupaten Soppeng, yang menjadi satu-satunya perwakilan dari daerah tersebut.
Kepala SD Negeri 25 Madello, H. Zainuddin, S.Pd., menyambut baik pelaksanaan Bimtek ini. Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pengelolaan ekstrakurikuler di sekolahnya.
“Melalui Bimtek ini, kami mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana merancang dan mengelola kegiatan ekstrakurikuler yang tidak hanya menarik, tetapi juga berdampak pada pembentukan karakter dan pengembangan potensi siswa,” ujarnya.
Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat segera diimplementasikan di SD Negeri 25 Madello, sehingga kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dapat berjalan lebih terarah dan memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang sesuai minat dan bakatnya.
Meski demikian, implementasi di lapangan masih menghadapi sejumlah tantangan, baik dari sisi manajerial maupun teknis, sehingga diperlukan penguatan kapasitas melalui kegiatan seperti Bimtek ini.
0 Komentar