Kepala Sekolah Ardi Sanjaya, S.Pd. mengatakan, diskusi tersebut difokuskan pada penajaman tema “Soppeng Sehat, Maju, Tangguh Berkelanjutan” agar dapat diterapkan dalam lingkungan sekolah dan proses belajar mengajar.
Dalam kegiatan tersebut, para guru membahas keterkaitan tema dengan kondisi nyata di sekolah. Aspek “sehat” dikaitkan dengan upaya menciptakan lingkungan belajar yang bersih dan nyaman. Sementara “maju” diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran, termasuk penguatan literasi, digitalisasi, dan metode mengajar yang lebih adaptif.
Selanjutnya, nilai “tangguh” dibahas dalam konteks pembentukan karakter siswa, seperti kedisiplinan dan ketekunan dalam belajar. Adapun “berkelanjutan” difokuskan pada upaya menjaga konsistensi program dan kebiasaan baik di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini juga berlangsung dengan nuansa kultural, di mana para guru mengenakan pakaian adat sebagaimana yang digunakan dalam peringatan Hari Jadi Soppeng di pusat kota.
Sementara itu di hari yang sama, puncak peringatan Hari Jadi ke-765 Soppeng dipusatkan di Watang Soppeng dan dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi Masse, serta sejumlah kepala daerah lainnya.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap nilai-nilai dalam tema Hari Jadi Soppeng dapat diimplementasikan secara nyata dalam aktivitas pendidikan sehari-hari, termasuk di sekolah yang berada di wilayah perbatasan.
0 Komentar