Program ini akan dilaksanakan di dua lokasi, yakni seluas 100 hektare di Kelurahan Apanang, Kecamatan Liliriaja, serta 20 hektare di Kecamatan Marioriawa. Khusus di Apanang, lahan terbagi pada dua kelompok tani masing-masing 50 hektare dalam satu hamparan sawah seluas sekitar 922 hektare yang dinilai potensial dan didukung sistem irigasi teknis.
Sebagai tahap awal, tim BRMP Sulsel bersama pemerintah daerah telah melakukan survei lokasi dan identifikasi Calon Petani Calon Lahan (CPCL) pada 14–15 April 2026, sekaligus berkoordinasi dengan penyuluh pertanian setempat guna memastikan kesiapan pelaksanaan program.
Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng, Alia Warjuni, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, survei lapangan menjadi langkah penting dalam memastikan kesiapan teknis dan dukungan petani.
“Tim telah turun langsung melakukan survei dan identifikasi lokasi. Ini untuk memastikan kesiapan lahan, petani, serta dukungan teknis di lapangan,” ujarnya.
Saat ini, produktivitas lahan di lokasi program masih berada pada kisaran 5–6 ton per hektare. Melalui PM-AAS, pemerintah menargetkan peningkatan hasil dengan penggunaan varietas unggul seperti Inpari 42, Inpari 50, Hipa 20, Gemah, dan Inpari 47, serta penerapan metode tanam benih langsung (tabela) dengan pola legowo.
Jadwal tanam direncanakan berlangsung mulai minggu keempat April hingga awal Mei 2026, dengan kelompok tani di Apanang dijadwalkan mulai tanam pada 25 April, disusul kelompok lainnya pada awal Mei.
Alia Warjuni berharap program ini mampu membawa perubahan signifikan bagi sektor pertanian di daerah.
“Kami berharap PM-AAS dapat mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi usaha tani, serta mempercepat adopsi teknologi oleh petani. Jika berjalan optimal, Soppeng berpeluang menjadi contoh pengembangan pertanian modern di Sulawesi Selatan,” katanya.
Melalui program ini, pemerintah menargetkan tidak hanya peningkatan hasil panen, tetapi juga kesejahteraan petani melalui sistem budidaya yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
0 Komentar