Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Soppeng, Andi Sumangerukka, yang menekankan pentingnya rembuk sebagai ruang komunikasi dan pertukaran gagasan antar pemangku kepentingan pendidikan.
“Rembuk ini adalah cara komunikasi dan saling memberikan masukan sebagai keluarga besar pendidikan, khususnya dalam penataan SDM pendidikan. Dewan Pendidikan juga akan memberikan masukan dan rekomendasi kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan,” ujarnya.
Rembuk tersebut dihadiri Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, Nurmal Idrus, bersama jajaran dewan pendidikan, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Soppeng, Nur Alim, serta sekitar 150 kepala sekolah dasar dari Kecamatan Lilirilau, Marioriawa, Marioriwawo, dan Ganra.
Dalam pemaparannya, Nur Alim mengungkapkan sejumlah persoalan pendidikan di Soppeng. Meski angka putus sekolah tergolong rendah di tingkat Sulawesi Selatan, upaya penekanan angka tersebut tetap menjadi prioritas.
“Angka putus sekolah di Kabupaten Soppeng termasuk terendah di Sulawesi Selatan, tapi kita tetap berupaya menekan angka tersebut. Jangan mudah melakukan drop out bagi siswa,” katanya.
Ia juga menyoroti aspek efisiensi dan efektivitas pendidikan, termasuk wacana regrouping atau penggabungan sekolah sebagai bagian dari penataan.
Menurutnya, persoalan utama terletak pada pemetaan, kompetensi, dan distribusi guru. Saat ini, Kabupaten Soppeng tercatat mengalami kelebihan sekitar 130 guru.
Sementara itu, Nurmal Idrus menegaskan bahwa distribusi guru yang tidak merata berdampak pada efektivitas anggaran dan layanan pendidikan.
“Jika distribusi guru tidak tepat hingga ada guru yang tidak memiliki jam mengajar cukup, maka daerah kehilangan anggaran karena tunjangan sertifikasi tidak dapat dibayarkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, ketimpangan distribusi juga berimbas pada kualitas layanan pendidikan bagi siswa.
“Jika ada sekolah kekurangan guru sementara di tempat lain kelebihan, maka ada siswa yang tidak mendapatkan layanan pendidikan secara maksimal,” tegasnya.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari. Pada hari kedua esok, rembuk pendidikan akan melibatkan kepala sekolah tingkat menengah pertama se-Kabupaten Soppeng serta kepala sekolah dasar dari Kecamatan Liliriaja, Donri-Donri, Citta, dan Lalabata.
Hasil dari rembuk ini akan menjadi bahan rekomendasi Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng yang akan diajukan kepada pihak yang terkait.
0 Komentar