Breaking News

SIHT Soppeng Bahas Rencana Pengembangan Industri, Perseroda Dorong Kemitraan dan Penguatan Sarana Produksi

Soppeng, 8 Desember 2025 — Rencana pengembangan Sentra Industri Hasil Tembakau (SIHT) Soppeng menjadi fokus utama rapat koordinasi yang digelar di ruang pertemuan SIHT, Senin (8/12/2025). Pertemuan ini dihadiri Perseroda Lamataesso Mattappa, HIPTERS, Bea Cukai, pengusaha tembakau dan rokok, serta perwakilan Bea Cukai Parepare.

Plt Direktur Utama Perseroda Lamataesso Mattappa, Musdar Asman, menjelaskan bahwa SIHT memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan daerah dan kontribusi Perseroda. Saat ini, DBH Cukai Hasil Tembakau Soppeng pada 2025 mencapai sekitar Rp 3,4 miliar, dan diharapkan terus meningkat tahun depan seiring penguatan industri lokal.

“Salah satu kunci peningkatan pendapatan Perseroda adalah optimalisasi pemanfaatan mesin produksi rokok. Kita perlu memikirkan skema pengembangan yang lebih menguntungkan semua pihak,” ujar Musdar.

Perwakilan Bea Cukai Parepare dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa kontribusi cukai dari aktivitas produksi di SIHT cukup signifikan. “Sampai bulan ini, penerimaan cukai dari SIHT Soppeng berada di kisaran Rp 10 miliar,” ungkapnya.

Ketua HIPTERS, H. Jayadi, menyebut faktor cukai sebagai salah satu komponen terbesar yang mempengaruhi pendapatan pengusaha rokok. Ia berharap rencana pengembangan SIHT juga mencakup pengadaan mesin baru oleh Perseroda agar biaya produksi pengusaha dapat ditekan.

“Jika Perseroda memiliki mesin sendiri dan menyewakannya kepada pengusaha lokal, itu akan meningkatkan efisiensi dan pada akhirnya menaikkan pendapatan baik bagi pengusaha maupun Perseroda. Saat ini mesin yang digunakan adalah milik swasta,” jelasnya.

Sekretaris HIPTERS, H. Bahar, menambahkan bahwa kondisi mesin produksi saat ini menjadi salah satu hambatan utama. “Mesinnya bekas dan sering rusak. Perbaikannya harus memanggil teknisi dari Jawa, sehingga memakan waktu dan biaya. Kami berharap pengadaan mesin baru dapat menjadi prioritas,” katanya.

Dalam rapat ini juga mengemuka persoalan ketergantungan bahan baku dari Jawa. Pengusaha menyampaikan bahwa mix tembakau lokal belum memenuhi standar aroma dan rasa, sementara kemampuan SDM petani dan industri lokal masih perlu ditingkatkan.

Perseroda mendorong adanya kesepakatan kemitraan antara HIPTERS dan petani tembakau sebagai landasan pengembangan industri yang lebih kuat. Musdar menegaskan bahwa pengembangan SIHT merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan daerah, pendapatan Perseroda, serta keberlanjutan usaha rokok lokal.

“Pengembangan SIHT adalah keniscayaan jika kita memiliki gambaran manfaatnya. Kenaikan pendapatan pengusaha dan Perseroda hanya bisa dicapai jika ekosistem industri dibenahi bersama,” katanya menutup rapat.

Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - ERABRITA.COM