Peninjauan dilakukan untuk melihat sejauh mana inovasi pertanian telah diterapkan sekaligus menyerap berbagai masukan dari petani dan penyuluh di lapangan.
Dalam kunjungan tersebut, Fadjry mengamati kondisi hamparan pertanaman yang menjadi lokasi Program PM AAS. Ia juga berdialog dengan penyuluh dan kelompok tani mengenai pelaksanaan program, mulai dari proses budidaya hingga berbagai kendala teknis yang masih dihadapi selama pendampingan.
Menurutnya, penerapan teknologi pertanian perlu dipastikan berjalan sesuai kebutuhan petani sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung dalam meningkatkan produktivitas usaha tani.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala BRMP Tanaman Padi, Kepala BRMP Sulawesi Selatan beserta jajaran. Hadir pula Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Soppeng H Aziz Dahlan, Ketua Tim Kerja Penyuluh, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Liliriaja, para PPL, serta pengurus dan anggota kelompok tani setempat.
Selain melakukan peninjauan, rombongan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi dengan petani mengenai pelaksanaan modernisasi pertanian di tingkat lapangan. Berbagai masukan yang disampaikan menjadi bahan evaluasi terhadap pengembangan program agar penerapan teknologi dapat berjalan lebih efektif.
Kunjungan kerja ini sekaligus menjadi bagian dari pemantauan BRMP terhadap pelaksanaan model pertanian modern di daerah. Evaluasi lapangan diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan kelompok tani dalam mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Soppeng.
0 Komentar