MAROS — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mulai menata kepemimpinan partai di tingkat kabupaten/kota. Penunjukan Andi Patarai Amir sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Golkar Maros menjadi langkah awal restrukturisasi organisasi menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar kabupaten/kota se-Sulsel.
Patarai ditunjuk menggantikan Suhartina Bohari yang sebelumnya menyatakan mundur dari posisi Ketua DPD Golkar Maros. Penunjukan itu disampaikan IAS dalam konsolidasi Golkar di Kabupaten Maros, Selasa (25/8/2026).
Patarai bukan figur baru dalam tubuh Golkar Maros. Ia saat ini menjabat Ketua Dewan Pertimbangan DPD Golkar Maros dan pernah memimpin partai tersebut pada periode 2015–2020. Ia juga telah empat periode duduk sebagai anggota DPRD.
Langkah di Maros sejalan dengan rencana IAS melakukan penataan kepemimpinan DPD II Golkar di seluruh Sulsel. Sebelumnya, IAS menyebut September 2026 menjadi tahap awal penerbitan SK Plt bagi ketua DPD II di daerah-daerah (rakyatsulsel.fajar.co.id 17/8/2026)
Penunjukan Plt tersebut tidak hanya untuk mengisi kekosongan kepemimpinan, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan menuju Musda kabupaten/kota. Plt nantinya diberi tugas memastikan roda organisasi tetap berjalan sekaligus menyiapkan agenda Musda di daerah masing-masing.
IAS sebelumnya juga telah menetapkan target agar Musda Golkar di seluruh kabupaten/kota Sulsel rampung pada November 2026. Setelah seluruh Musda selesai, konsolidasi organisasi akan dilanjutkan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
Dengan demikian, penunjukan Patarai di Maros menjadi sinyal bahwa tahapan menuju Musda DPD II mulai bergerak dari konsolidasi politik ke penataan struktur organisasi.
Dalam konsolidasi di Maros, IAS juga menegaskan target peningkatan perolehan kursi Golkar di DPRD Maros sebesar 50 persen pada Pemilu mendatang. Konsolidasi itu dihadiri sejumlah kader Golkar, termasuk Patarai Amir.
Sebelum masuk ke tahapan Musda, IAS memang telah menyampaikan bahwa figur yang akan memimpin DPD II harus memiliki kemampuan menggerakkan partai. Ia juga mendorong calon ketua DPD II agar berani mengambil tanggung jawab politik, termasuk kesiapan maju dalam kontestasi kepala daerah.
Bagi IAS, penataan kepemimpinan daerah berkaitan langsung dengan target membesarkan kembali perolehan kursi Golkar pada Pemilu mendatang. Pada Musda XI Golkar Sulsel, ia menargetkan kenaikan kursi DPRD kabupaten/kota dari 138 menjadi hampir 200 kursi.
Karena itu, restrukturisasi DPD II yang kini mulai berjalan menjadi bagian penting dari agenda IAS setelah terpilih memimpin Golkar Sulsel. Maros menjadi daerah pertama yang secara terbuka menunjukkan perubahan kepemimpinan menuju tahapan Musda berikutnya.
0 Komentar