Breaking News

PSC 119 Soppeng Latih Warga Tangani Kasus Gawat Darurat

SOPPENG — Saat seseorang mengalami henti jantung atau henti napas, orang yang berada paling dekat dengan korban biasanya adalah keluarga, teman, rekan kerja atau warga di sekitar lokasi. Mereka yang sering kali berhadapan dengan kondisi korban sebelum petugas medis tiba.

Persoalannya, banyak orang awam belum mengetahui tindakan yang tepat dalam situasi tersebut.

Kondisi itu menjadi perhatian dokter PSC 119 Soppeng, dr. Hj. A. Risqah, S.Ked. Ia menggagas GERCEP GADAR atau Gerakan Cepat Tangani Kasus Gawat Darurat, sebuah inovasi pelayanan kesehatan yang mendorong masyarakat memiliki kemampuan memberikan pertolongan awal.

Pelatihan GERCEP GADAR sudah dilakukan di sejumlah tempat di Soppeng. Pesertanya berasal dari kalangan orang awam dengan sasaran yang cukup luas. Ada siswa SMA, pegawai kantor dan masyarakat yang ditemui di sejumlah tempat keramaian.

Materi pelatihan diarahkan pada keterampilan yang dapat langsung digunakan ketika menghadapi korban. Peserta diperkenalkan dengan Bantuan Hidup Dasar atau BHD, Resusitasi Jantung Paru atau RJP, cara mengenali kondisi korban serta penggunaan AED.

Peserta juga menjalani praktik menggunakan manikin. Setelah menerima materi, mereka mengikuti simulasi kasus dan evaluasi untuk melihat kemampuan dalam melakukan pertolongan awal.

Pelatihan tersebut berangkat dari persoalan waktu. Dokumen GERCEP GADAR mencatat bahwa pada kondisi henti jantung dan henti napas, kematian otak dapat terjadi sekitar empat hingga enam menit. Dalam rentang waktu tersebut, petugas PSC belum tentu sudah tiba di lokasi.

Karena itu, warga yang berada di sekitar korban perlu mengetahui tindakan awal yang dapat dilakukan sambil menunggu bantuan profesional.

GERCEP GADAR menggeser pola penanganan dari ketergantungan penuh pada petugas PSC menuju keterlibatan masyarakat dalam pertolongan awal. Warga yang sudah mendapat pelatihan diharapkan mampu mengenali korban, melakukan BHD dan RJP serta memahami penggunaan AED sesuai materi yang diberikan.

Uji coba GERCEP GADAR dimulai pada 6 Januari 2025. Penerapannya tercatat mulai 7 April 2025. Dalam pelaksanaannya, UPTD PSC 119 Soppeng melibatkan dokter dan paramedis serta berkoordinasi dengan sekolah dan kelompok masyarakat. Dukungan alat peraga dan manikin antara lain berasal dari AKPER Putra Pertiwi dan RSUD La Temmamala.

Sasaran kepada orang awam membuat pelatihan GERCEP GADAR ditempatkan di ruang yang dekat dengan aktivitas masyarakat. Sekolah, kantor dan tempat keramaian menjadi ruang untuk memperkenalkan keterampilan pertolongan pertama.

Program ini diharapkan memperluas jumlah warga yang mampu memberikan pertolongan awal ketika menemukan kasus kegawatdaruratan. Manfaat yang dicatat dalam dokumen antara lain peningkatan kemampuan masyarakat, peluang penyelamatan korban serta berkurangnya risiko kerusakan otak dan organ akibat keterlambatan RJP.

Bagi PSC 119 Soppeng, pelibatan orang awam membuat pertolongan pertama tidak berhenti pada saat laporan masuk dan petugas bergerak menuju lokasi. Ada orang di sekitar korban yang sudah memiliki bekal untuk melakukan tindakan awal sambil menunggu tim medis datang.
Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - ERABRITA.COM