MAKASSAR – UMKM wastra asal Kabupaten Soppeng, Cantika Sabbena, kembali membawa nama daerah ke panggung ekonomi kreatif Sulawesi Selatan dengan mengikuti Karya Kreatif Sulawesi Selatan (KKS) x Sulawesi Digital Festival (Digifest) Risen Wastra Heritage Market 2026 di Atrium Mal Ratu Indah (MaRI) Makassar, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga 2 Agustus 2026 itu diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan sebagai bagian dari rangkaian Road to Karya Kreatif Indonesia (KKI) dan Road to Festival Ekonomi Keuangan Digital (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026. Ajang ini menjadi wadah promosi produk ekonomi kreatif sekaligus penguatan ekosistem digital bagi UMKM.
Sebagai UMKM binaan Bank Indonesia, Cantika Sabbena menjadi salah satu peserta yang mewakili Kabupaten Soppeng. Pada pameran tersebut, Cantika Sabbena menampilkan beragam produk wastra unggulannya, mulai dari batik, bordir, hingga tenun sutra yang selama ini menjadi identitas produknya.
Tidak hanya mengikuti pameran, Cantika Sabbena juga dijadwalkan tampil pada fashion show yang digelar Jumat (31/7/2026) dengan menampilkan koleksi batik cap menggunakan pewarna alam, yang mengedepankan konsep ramah lingkungan sekaligus memperlihatkan kekayaan motif khas Sulawesi Selatan.
Pemilik Cantika Sabbena, Hj. Nurlela Buhari, mengatakan keikutsertaan pada KKS x Digifest 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan wastra Soppeng kepada masyarakat yang lebih luas.
"Pada pameran ini kami membawa berbagai produk unggulan Cantika Sabbena, mulai dari batik, bordir, hingga tenun yang selama ini menjadi ciri khas kami. Kami ingin menunjukkan bahwa wastra Soppeng memiliki kualitas dan karakter yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional," ujarnya.
Ia menambahkan, Cantika Sabbena juga mendapat kesempatan tampil dalam fashion show yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan KKS x Digifest 2026.
"Pada fashion show nanti kami akan menampilkan koleksi batik cap dengan pewarna alam. Selain mengangkat keindahan motif, kami juga ingin memperkenalkan proses produksi yang lebih ramah lingkungan. Harapannya, masyarakat semakin mengenal wastra khas Soppeng dan produk-produk lokal semakin mendapat tempat di pasar yang lebih luas," kata Nurlela.
Cantika Sabbena merupakan salah satu UMKM wastra yang konsisten mengangkat kekayaan budaya lokal melalui produk batik, tenun sutra, dan bordir. Salah satu karya yang paling dikenal adalah Batik Kalong, yang mengadaptasi ikon kelelawar sebagai identitas Kabupaten Soppeng dan telah diperkenalkan dalam berbagai pameran wastra di tingkat regional maupun nasional.
Kiprah Cantika Sabbena juga diwarnai sejumlah prestasi. Pada Sulsel Craft Show 2022, UMKM ini meraih penghargaan The Best Video Produk. Selain itu, Cantika Sabbena kerap dipercaya mewakili Kabupaten Soppeng dalam berbagai ajang promosi, di antaranya HIPMI Expo Sulawesi Selatan, Pameran Hari Kesatuan Gerak PKK Sulawesi Selatan, serta sejumlah pameran yang difasilitasi Dekranasda.
Konsistensi tersebut menjadikan Cantika Sabbena sebagai salah satu wajah wastra Soppeng yang terus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada pasar yang lebih luas.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, mengatakan ekonomi kreatif merupakan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya menghasilkan nilai tambah, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan mendorong inovasi.
"Wastra tidak hanya menjadi representasi kekayaan budaya Sulawesi Selatan, tetapi juga bagian penting dalam pengembangan industri kreatif yang didukung inovasi teknologi digital, akses pembiayaan, dan perluasan pasar. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang memahami dan memanfaatkan layanan keuangan digital, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat agar pengembangan UMKM, ekonomi kreatif berbasis budaya, dan ekosistem digital yang inklusif dapat terus terwujud," ujar Rizki, dikutip dari fobiz.id
Melalui keikutsertaannya pada KKS x Digifest 2026, Cantika Sabbena tidak hanya mempromosikan produk wastra unggulan Soppeng, tetapi juga memperkuat posisi wastra lokal di tengah perkembangan industri kreatif nasional. Kehadiran UMKM ini menjadi bukti bahwa karya berbasis budaya daerah mampu bersaing di panggung yang lebih luas dengan tetap mempertahankan identitas dan nilai tradisi.
Cantika Sabbena Tampilkan Wastra Unggulan Soppeng di Event KKS X Digifest 2026
MAKASSAR – UMKM wastra asal Kabupaten Soppeng, Cantika Sabbena, kembali membawa nama daerah ke panggung ekonomi kreatif Sulawesi Selatan dengan mengikuti Karya Kreatif Sulawesi Selatan (KKS) x Sulawesi Digital Festival (Digifest) Risen Wastra Heritage Market 2026 di Atrium Mal Ratu Indah (MaRI) Makassar, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga 2 Agustus 2026 itu diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan sebagai bagian dari rangkaian Road to Karya Kreatif Indonesia (KKI) dan Road to Festival Ekonomi Keuangan Digital (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2026. Ajang ini menjadi wadah promosi produk ekonomi kreatif sekaligus penguatan ekosistem digital bagi UMKM.
Sebagai UMKM binaan Bank Indonesia, Cantika Sabbena menjadi salah satu peserta yang mewakili Kabupaten Soppeng. Pada pameran tersebut, Cantika Sabbena menampilkan beragam produk wastra unggulannya, mulai dari batik, bordir, hingga tenun sutra yang selama ini menjadi identitas produknya.
Tidak hanya mengikuti pameran, Cantika Sabbena juga dijadwalkan tampil pada fashion show yang digelar Jumat (31/7/2026) dengan menampilkan koleksi batik cap menggunakan pewarna alam, yang mengedepankan konsep ramah lingkungan sekaligus memperlihatkan kekayaan motif khas Sulawesi Selatan.
Pemilik Cantika Sabbena, Hj. Nurlela Buhari, mengatakan keikutsertaan pada KKS x Digifest 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan wastra Soppeng kepada masyarakat yang lebih luas.
"Pada pameran ini kami membawa berbagai produk unggulan Cantika Sabbena, mulai dari batik, bordir, hingga tenun yang selama ini menjadi ciri khas kami. Kami ingin menunjukkan bahwa wastra Soppeng memiliki kualitas dan karakter yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional," ujarnya.
Ia menambahkan, Cantika Sabbena juga mendapat kesempatan tampil dalam fashion show yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan KKS x Digifest 2026.
"Pada fashion show nanti kami akan menampilkan koleksi batik cap dengan pewarna alam. Selain mengangkat keindahan motif, kami juga ingin memperkenalkan proses produksi yang lebih ramah lingkungan. Harapannya, masyarakat semakin mengenal wastra khas Soppeng dan produk-produk lokal semakin mendapat tempat di pasar yang lebih luas," kata Nurlela.
Cantika Sabbena merupakan salah satu UMKM wastra yang konsisten mengangkat kekayaan budaya lokal melalui produk batik, tenun sutra, dan bordir. Salah satu karya yang paling dikenal adalah Batik Kalong, yang mengadaptasi ikon kelelawar sebagai identitas Kabupaten Soppeng dan telah diperkenalkan dalam berbagai pameran wastra di tingkat regional maupun nasional.
Kiprah Cantika Sabbena juga diwarnai sejumlah prestasi. Pada Sulsel Craft Show 2022, UMKM ini meraih penghargaan The Best Video Produk. Selain itu, Cantika Sabbena kerap dipercaya mewakili Kabupaten Soppeng dalam berbagai ajang promosi, di antaranya HIPMI Expo Sulawesi Selatan, Pameran Hari Kesatuan Gerak PKK Sulawesi Selatan, serta sejumlah pameran yang difasilitasi Dekranasda.
Konsistensi tersebut menjadikan Cantika Sabbena sebagai salah satu wajah wastra Soppeng yang terus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada pasar yang lebih luas.
Di acara pembukaan, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, mengatakan ekonomi kreatif merupakan salah satu sumber pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya menghasilkan nilai tambah, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan mendorong inovasi.
0 Komentar