Breaking News

DP3AP2KB Soppeng Perkenalkan Jejak Emas, Dorong Perencanaan Keluarga Ideal

SOPPENG. Di sebuah rumah sederhana, seorang ibu muda menggendong balitanya. Usianya belum genap dua tahun, tetapi tubuhnya lebih kecil dari anak seusianya. Di lantai, kakaknya bermain. Jarak kelahiran mereka sangat dekat.

Cerita seperti ini bukan hal langka.
Di banyak keluarga, kehamilan datang tanpa perencanaan. Tubuh ibu belum pulih, perhatian terbagi, dan risiko stunting mulai terbentuk bahkan sebelum anak lahir.

Masalahnya tidak selalu soal kemiskinan. Bukan pula semata urusan asupan gizi.

Di balik angka stunting, ada persoalan yang jarang dibicarakan yaitu jarak kelahiran yang terlalu dekat.

Fatmawati Basri melihat pola itu berulang. Sebagai penyuluh keluarga berencana di Kecamatan Lilirilau, ia bertemu langsung dengan pasangan usia subur yang belum memahami pentingnya jeda antar kehamilan.

Selama ini, perhatian lebih banyak diberikan setelah anak lahir. Padahal, menurutnya, persoalan sudah dimulai jauh sebelumnya.

Dari situ lahir program Jejak Emas, singkatan dari Jelas Jarak Kelahiran, Eliminasi Masalah Stunting.

Program ini mengandalkan pendekatan langsung ke keluarga. Penyuluh tidak hanya memberi penjelasan, tetapi juga mendampingi dan membuka ruang diskusi. Topik yang sebelumnya dianggap sensitif mulai dibicarakan lebih terbuka.

Perubahan tidak datang cepat.

Masih ada anggapan bahwa jumlah anak tidak perlu direncanakan. Sebagian keluarga juga belum terbiasa membicarakan kontrasepsi. Kebiasaan lama tetap bertahan.

Namun perlahan, cara pandang mulai bergeser.

Kehamilan tidak lagi sepenuhnya dianggap sebagai sesuatu yang datang tanpa kendali. Ada kesadaran bahwa setiap kelahiran membutuhkan kesiapan
.
Kepala Dinas DP3AP2KB Soppeng, Andi Husniati, menilai pendekatan ini penting. 

Upaya pencegahan stunting, menurutnya, tidak cukup hanya dengan intervensi gizi.

“Ini menyangkut keputusan dalam keluarga,” ujarnya.

Keputusan tentang kapan memiliki anak berikutnya.

Di Lilirilau, dampaknya belum terlihat besar dalam angka. Namun perubahan mulai terasa pada hal yang lebih mendasar, cara keluarga mengambil keputusan.

Di situlah arah masa depan mulai ditentukan.

Karena stunting bukan hanya persoalan hari ini, tetapi juga tentang bagaimana sebuah generasi dipersiapkan sejak awal.

Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - ERABRITA.COM