Breaking News

Gerakan Makan Ikan untuk Bumil: Inovasi Penyuluh KB Tekan Risiko Stunting Sejak Dini

SOPPENG — Aktivitas di sejumlah posyandu di Kabupaten Soppeng kini berkembang menjadi ruang belajar gizi bagi ibu hamil. Mereka mulai membiasakan diri mengolah dan mengonsumsi ikan nila sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan janin.

Kebiasaan sederhana ini menjadi fondasi lahirnya gerakan pencegahan stunting di tingkat masyarakat.

Inovasi tersebut dikenal dengan nama GEMALA MIGAS (Gerakan Makan Ikan Nila bagi Ibu Hamil), yang merupakan inovasi dari Sari Rizki Amelia, S.E., M.M. Ia memandang bahwa pencegahan stunting perlu dimulai sejak masa kehamilan.

Di lapangan, masih ditemukan ibu hamil yang belum memahami pentingnya asupan gizi seimbang, terutama protein hewani. Padahal, masa 1.000 hari pertama kehidupan merupakan fase krusial yang sangat menentukan tumbuh kembang anak.

Melalui pendekatan yang sederhana dan aplikatif, GEMALA MIGAS hadir sebagai program edukasi yang langsung menyentuh praktik sehari-hari. Ibu hamil diajak mengolah ikan nila menjadi berbagai menu yang menarik, lezat, dan bernilai gizi tinggi.

“Ikan nila mudah didapat dan terjangkau, serta mengandung protein dan nutrisi penting yang dibutuhkan ibu hamil dan perkembangan janin,” ujar Sari Rizki Amelia, S.E., M.M., menjelaskan latar belakang inovasinya.

Pelaksanaan program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader PKK, hingga tenaga kesehatan. Mereka memberikan edukasi, pendampingan, serta memantau kondisi kesehatan ibu hamil secara berkala.

Kolaborasi tersebut diharapkan memberi dampak nyata dalam menekan angka stunting di Kabupaten Soppeng.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Soppeng, Hj. A. Husniati, S.Sos., M.M., menilai GEMALA MIGAS sebagai langkah strategis yang menjawab kebutuhan masyarakat.

“Pendekatan seperti ini efektif karena dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ibu hamil bisa langsung menerapkannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, pencegahan stunting perlu dilakukan sejak masa kehamilan untuk mendorong lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas.

Dengan memanfaatkan potensi pangan lokal dan pendekatan yang mudah diterapkan, GEMALA MIGAS menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga.

Inovasi ini diharapkan memberi dampak lebih luas serta menjadi rujukan bagi daerah lain dalam memperkuat upaya pencegahan stunting.


Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - ERABRITA.COM