Breaking News

Mengubah Warga Menjadi Penolong Pertama, Cara PSC 119 Soppeng Percepat Layanan Gawat Darurat

SOPPENG — Dalam dunia kegawatdaruratan, ada satu istilah yang selalu menjadi pegangan tenaga kesehatan, yakni golden time. Inilah rentang waktu paling menentukan ketika peluang keselamatan pasien masih sangat besar jika pertolongan diberikan secepat mungkin. Sebaliknya, keterlambatan beberapa menit saja dapat memperburuk kondisi pasien, bahkan berujung pada kematian atau kecacatan permanen.

Namun, menghadirkan pertolongan dalam hitungan menit bukan perkara mudah. Kabupaten Soppeng memiliki sejumlah wilayah yang masih menghadapi tantangan akses transportasi. Jarak yang cukup jauh, kondisi jalan di beberapa daerah, hingga faktor cuaca membuat petugas tidak selalu dapat tiba di lokasi pasien dalam waktu singkat. Padahal, keadaan darurat tidak pernah menunggu ambulans datang.

Kondisi inilah yang mendorong UPTD Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu (PSC) 119 Kabupaten Soppeng melahirkan sebuah pendekatan baru melalui inovasi SETAJAM CUTTER (Siap Tanggap Layani Pasien Bersama Kader Terlatih). Inovasi yang mulai diterapkan pada 27 Oktober 2025 ini tidak berfokus pada penambahan armada ataupun pembangunan fasilitas baru. Sebaliknya, solusi yang dipilih justru mendekatkan pertolongan kepada masyarakat dengan menjadikan kader kesehatan sebagai bagian dari sistem pelayanan kegawatdaruratan.

Gagasan tersebut lahir dari kenyataan bahwa masyarakat sebenarnya memiliki potensi besar untuk terlibat dalam penyelamatan pasien. Selama ini kader kesehatan telah aktif mendukung berbagai program promotif dan preventif di desa. Namun, keterlibatan mereka dalam sistem kegawatdaruratan masih sangat terbatas. Padahal, merekalah orang yang paling dekat dengan masyarakat ketika sebuah musibah terjadi.

Melalui SETAJAM CUTTER, peran itu diubah. Kader tidak lagi hanya menjadi penggerak kesehatan masyarakat, tetapi juga dipersiapkan sebagai first responder atau penolong pertama yang mampu bertindak sebelum tim medis tiba.

Sebagai langkah awal, PSC 119 melatih dua kader di Desa Barae. Mereka dibekali kemampuan mengenali tanda-tanda kegawatdaruratan, melakukan penilaian awal terhadap kondisi pasien, memberikan pertolongan pertama sesuai kompetensi yang dimiliki, sekaligus menyampaikan informasi secara cepat dan akurat kepada pusat layanan PSC 119.

Skema pelayanan yang dibangun pun sederhana, tetapi efektif. Ketika masyarakat menemukan pasien dalam kondisi gawat darurat, laporan tidak hanya disampaikan kepada PSC 119, tetapi juga kepada kader yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian. Dalam hitungan menit, kader sudah berada di sisi pasien untuk melakukan asesmen awal dan memberikan pertolongan pertama sesuai kewenangannya. Pada saat yang sama, informasi mengenai kondisi pasien diteruskan kepada PSC 119 sehingga tim dapat segera mengaktifkan layanan, menyiapkan ambulans, menentukan kebutuhan peralatan medis, hingga memutuskan fasilitas kesehatan tujuan bila pasien membutuhkan rujukan.

Dengan pola tersebut, pelayanan kegawatdaruratan tidak lagi dimulai ketika ambulans tiba di lokasi. Pelayanan sudah dimulai sejak kader menerima laporan dari masyarakat. Ambulans yang datang bukan lagi untuk memulai penanganan, melainkan melanjutkan proses yang telah dimulai beberapa menit sebelumnya.

Perubahan cara kerja itu membawa dampak yang nyata. Sebelum inovasi diterapkan, waktu respons pelayanan di wilayah sasaran berkisar sekitar 30 menit. Setelah kader terlatih mulai menjalankan perannya, waktu tersebut mampu ditekan menjadi sekitar 10 menit. Artinya, terdapat penghematan waktu sekitar 20 menit yang sangat berarti dalam penanganan pasien gawat darurat.

Dua puluh menit mungkin terdengar singkat dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dalam dunia medis, rentang waktu tersebut dapat menjadi pembeda antara hidup dan mati. Bagi pasien henti jantung, stroke, trauma berat, maupun kondisi kegawatdaruratan lainnya, setiap menit yang berhasil dihemat berarti semakin besar peluang untuk mempertahankan fungsi organ, mencegah kecacatan, bahkan menyelamatkan nyawa.

Selain mempercepat respons, inovasi ini juga memperkuat koordinasi antarlembaga. Hubungan antara masyarakat, kader, pemerintah desa, PSC 119, puskesmas, hingga rumah sakit menjadi lebih terintegrasi. Informasi yang diterima petugas menjadi lebih lengkap sejak awal sehingga proses triase, penanganan, hingga rujukan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.

Kebutuhan terhadap sistem pelayanan seperti ini memang sangat besar. Sepanjang tahun 2025, UPTD PSC 119 Kabupaten Soppeng menangani sebanyak 3.062 layanan. Dari jumlah tersebut, 484 merupakan kasus kegawatdaruratan yang terjadi pada November hingga Desember 2025. Angka tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kegawatdaruratan merupakan kebutuhan nyata masyarakat yang menuntut kecepatan, ketepatan, dan koordinasi yang baik.

Yang membuat SETAJAM CUTTER memiliki nilai kebaruan bukan sekadar keberadaan kader terlatih. Banyak daerah memiliki kader kesehatan, dan banyak pula daerah memiliki layanan PSC 119. Namun, inovasi ini berhasil menghubungkan keduanya menjadi satu sistem respons kegawatdaruratan yang saling melengkapi. Kader menjadi mata, telinga, sekaligus tangan pertama di lapangan, sementara PSC 119 memastikan pelayanan medis lanjutan berjalan cepat dan terkoordinasi.

Inovasi ini membuktikan bahwa pelayanan publik tidak selalu membutuhkan teknologi yang rumit atau investasi yang besar. Terkadang, perubahan paling berdampak lahir dari cara pandang yang berbeda terhadap potensi yang telah dimiliki masyarakat. Ketika kader diberi pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan untuk bertindak, mereka bukan hanya menjadi relawan kesehatan, tetapi menjadi bagian penting dari rantai penyelamatan nyawa.

SETAJAM CUTTER pada akhirnya bukan sekadar sebuah nama inovasi. Ia adalah perubahan cara berpikir bahwa pertolongan tidak harus menunggu ambulans tiba. Di Soppeng, pertolongan kini dimulai dari desa, oleh kader yang telah dipersiapkan, sehingga setiap menit yang sebelumnya hilang kini berubah menjadi harapan baru bagi keselamatan pasien.
Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - ERABRITA.COM