Breaking News

FOR KIA Ubah Pola Rujukan, RSUD Latemmamala Tahu Kondisi Pasien Lebih Awal

SOPPENG — Dalam rujukan kesehatan ibu dan anak, persoalan tidak selalu muncul ketika pasien sudah berada di rumah sakit. Keterlambatan bisa terjadi sejak tanda bahaya atau komplikasi belum dikenali, keputusan rujukan belum diambil, hingga komunikasi antara fasilitas kesehatan asal dan rumah sakit tujuan belum berjalan. Kondisi itu dapat memengaruhi kecepatan pasien mendapatkan penanganan di fasilitas rujukan. 

Pola komunikasi tersebut kemudian diubah di RSUD Latemmamala Kabupaten Soppeng. Melalui FOR KIA atau Forum Rujukan Kesehatan Ibu dan Anak, kondisi pasien dapat disampaikan dan dikonsultasikan kepada dokter spesialis sebelum pasien dirujuk.

Artinya, ketika pasien masih berada di fasilitas pelayanan awal, rumah sakit sudah menerima informasi mengenai kondisinya. Dokter spesialis dapat memberikan konsultasi, sementara fasilitas rujukan punya waktu menyiapkan tempat dan pelayanan sebelum pasien datang. 

Inovasi ini digagas oleh Bidan Tuti Afriantini, S.Tr.Keb. FOR KIA menggunakan grup WhatsApp sebagai ruang komunikasi, konsultasi, pelaporan dan koordinasi rujukan.
Dalam forum tersebut terhubung RSUD Latemmamala sebagai fasilitas rujukan, dokter spesialis Obgyn dan Anak, bidan rumah sakit, bidan puskesmas, bidan tempat praktik mandiri, PSC serta jejaring pelayanan kesehatan terkait. 

Cara kerjanya dimulai ketika tenaga kesehatan menemukan kondisi pasien yang membutuhkan konsultasi atau kemungkinan rujukan. Informasi mengenai kondisi pasien disampaikan melalui FOR KIA. Dokter spesialis kemudian dapat memberikan konsultasi sebelum pasien dikirim ke rumah sakit.

Bagi RSUD Latemmamala, informasi yang diterima lebih awal membuat persiapan tidak lagi menunggu kedatangan pasien. Bidan di rumah sakit sudah memperoleh informasi mengenai pasien sebelum pasien tiba. Tempat dan pelayanan dapat dipersiapkan sesuai kondisi yang disampaikan. 

Perubahan itu berdampak langsung pada proses penerimaan pasien rujukan. Dokumen FOR KIA mencatat penerimaan pasien menjadi lebih sigap dan terkoordinasi. Di sisi komunikasi, informasi kondisi pasien juga dapat disampaikan lebih cepat dan konsultasi dengan dokter spesialis dilakukan sebelum rujukan. 

Bukan hanya informasi yang bergerak lebih awal. Tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan awal juga mendapat kesempatan berkonsultasi sebelum keputusan rujukan dijalankan. Untuk kasus yang membutuhkan penanganan di rumah sakit, informasi awal itu menjadi bekal bagi fasilitas rujukan untuk mempersiapkan pelayanan. 

Model komunikasi ini juga mempertemukan pihak-pihak yang terlibat dalam rujukan ibu dan anak dalam satu forum. Komunikasi antara puskesmas, tempat praktik mandiri bidan, PSC dan rumah sakit dapat berlangsung dalam jalur yang sama. Pelaksanaan konsultasi dan rujukan juga dapat dipantau untuk melihat kendala yang muncul dan menjadi bahan perbaikan. 

FOR KIA mulai diuji coba pada 1 Oktober 2021 dan diterapkan sebagai inovasi daerah pada 24 Desember 2021. 

Keberhasilan inovasi ini antara lain diukur dari keterlibatan tenaga kesehatan dalam forum rujukan, kemampuan berkonsultasi mengenai masalah kesehatan pasien, ketepatan waktu rujukan pada kondisi kegawatdaruratan serta kesiapan tenaga kesehatan rumah sakit dalam menerima dan menangani pasien rujukan. 

Pada akhirnya, perubahan yang dibawa FOR KIA berada pada satu titik penting dalam proses rujukan: komunikasi dilakukan sebelum pasien tiba. Ketika pasien sampai di RSUD Latemmamala, informasi mengenai kondisinya sudah lebih dulu diterima dan persiapan pelayanan dapat dilakukan. 

Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - ERABRITA.COM