Peringatan yang digagas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan itu diisi sejumlah kegiatan konservasi dan melibatkan komunitas pencinta alam di Soppeng.
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak sehari sebelumnya dengan camping yang diikuti komunitas pencinta alam, Sispala, komunitas pejalan, organisasi pemuda, hingga konten kreator. Sebelumnya, mereka mengikuti rapat persiapan bersama PT Perseroda Lamataesso Mattappa selaku pengelola TWA Lejja pada 6 Agustus 2026.
Pada hari pelaksanaan HKAN, peserta mengikuti Gerakan Pemulihan Ekosistem Serentak, aksi bersih-bersih sampah di kawasan wisata, serta penanaman pohon secara simbolis.
Peserta di Lejja juga mengikuti acara nasional secara daring yang disiarkan langsung dari Jakarta. Acara tersebut dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki.
Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi kepada BBKSDA Sulsel karena mempercayakan TWA Lejja sebagai lokasi peringatan HKAN tingkat Sulsel.
Menurut Selle, kepercayaan tersebut juga berkaitan dengan pengelolaan TWA Lejja melalui BUMD, dalam hal ini PT Perseroda Lamataesso Mattappa.
Ia menyebut TWA Lejja memiliki potensi wisata yang besar. Berdasarkan data yang disampaikan pihak BKSDA, kawasan tersebut mampu menarik sekitar 100 ribu pengunjung setiap tahun.
Namun, Selle mengingatkan agar pengembangan wisata tidak mengorbankan fungsi konservasi.
“Pariwisata itu penting, tetapi jauh lebih penting menjaga lingkungannya. Menanam itu penting, tetapi jauh lebih penting memastikan tanaman tersebut tumbuh dengan baik, bukan hanya sekadar seremonial,” tegasnya.
Kepala BBKSDA Sulsel Ir. Hasnawir, S.Hut., M.Sc., Ph.D. mengatakan, upaya konservasi tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah.
“Melalui kegiatan ini kita ingin mengajak masyarakat Soppeng dan Sulsel untuk bersama-sama menjaga hutan, air, dan satwa. Konservasi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua,” ujarnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, dilakukan penanaman pohon secara simbolis. Hasnawir mengatakan penanaman secara massal akan dilanjutkan setelah memasuki musim penghujan agar tanaman memiliki peluang tumbuh lebih baik.
“Penanaman pohon dilakukan secara simbolis hari ini. Untuk penanaman secara serentak akan dilakukan setelah memasuki musim penghujan,” kata Hasnawir.
TWA Lejja memiliki luas sekitar 1.318 hektare dan berada di Desa Bulu'e, Kecamatan Marioriawa. Kawasan ini ditetapkan sebagai taman wisata alam berdasarkan SK Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 169/Kpts-II/2000. Selain sumber air panas, kawasan tersebut memiliki ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah dengan beragam flora dan fauna.
Penunjukan Lejja sebagai lokasi HKAN sekaligus mempertemukan dua kepentingan yang selama ini berjalan di kawasan tersebut: konservasi dan pemanfaatan wisata alam.
Plt Direktur PT Perseroda Lamataesso Mattappa, Musdar Asman, mengatakan pihaknya berkepentingan menjaga agar fungsi konservasi tetap berjalan di tengah aktivitas wisata.
“Sebagai pengelola TWA Lejja, kami mempunyai tanggung jawab menjaga fungsi konservasi kawasan. Pada saat yang sama, kawasan ini juga harus bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata dengan tetap memperhatikan kelestarian alam,” kata Musdar.
Menurutnya, pelibatan komunitas pencinta alam dalam HKAN menjadi bagian penting karena komunitas tersebut selama ini aktif dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan di Soppeng.
“Kami berterima kasih kepada teman-teman komunitas yang ikut terlibat. Mereka bukan hanya hadir dalam kegiatan, tetapi juga bisa membantu mengingatkan masyarakat bahwa Lejja ini kawasan konservasi yang harus dijaga,” ujarnya.
Dalam rangkaian HKAN di Lejja, komunitas pencinta alam juga mengikuti camping, live musik, serta diskusi mengenai konservasi alam dan TWA Lejja.
Sejumlah komunitas yang terlibat antara lain Alas Bhawana (Tim Pinggir Jurang), KPA Kompas, KPA Apace, KPA Mario, KPA Jelajah Soppeng, KPA Petualang Mata Pena, KPA Lentera, JJS Soppeng, Sispala MAN 2 Soppeng, Sispala MAN 1 Soppeng, Sispala SMA Negeri 1 Soppeng, REPALKA, Sispala SMANLIS, KPA Tanatengnga Watanlompulle, KAPAS, Camping Manja, Pejalan Soppeng, SEPATU, Sispala SMK Negeri 4 Soppeng, Sispala SMK Negeri 5 Soppeng, serta L2S bersama konten kreator dan organisasi pemuda.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle, Kepala BBKSDA Sulsel Hasnawir, jajaran Forkopimda Soppeng, Kepala Resort Pulhut TWA Lejja Andi Ahmad, S.H., Prof. H. Nurdin Abdullah selaku tokoh masyarakat, jajaran pengelola TWA Lejja, Direktur PT Perseroda Lamataesso Mattappa, serta Komisaris PT Perseroda Lamataesso Mattappa Dra. Andi Nurlina, M.M.
Peringatan HKAN di Lejja tahun ini tidak hanya diisi seremoni. Aktivitas komunitas, aksi kebersihan, pemulihan ekosistem dan penanaman pohon menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang ditempatkan di kawasan wisata alam tersebut.
0 Komentar