Breaking News

MAIN PANCA, Inovasi SDN 7 Salotungo Menguatkan Nilai Pancasila Lewat Pembelajaran Digital

SOPPENG — Mengajarkan Pancasila kepada anak sekolah dasar tidak cukup dengan meminta mereka menghafalkan lima sila beserta simbolnya. Nilai yang terkandung di dalamnya perlu hadir dalam kebiasaan dan perilaku sehari hari.

Persoalannya, lingkungan belajar anak terus berubah. Cara mereka berinteraksi, memperoleh informasi, bermain, dan berkomunikasi semakin dekat dengan teknologi digital. Pada saat yang sama, sekolah tetap memiliki tugas untuk menanamkan sikap saling menghargai, peduli terhadap sesama, bertanggung jawab, bekerja sama, dan mampu menerima perbedaan.

Perubahan lingkungan tersebut ikut memengaruhi proses pembelajaran di kelas. Guru berhadapan dengan murid yang memiliki kemampuan, karakter, minat, dan kondisi belajar yang berbeda.

Ada murid yang cepat memahami pelajaran. Ada pula yang membutuhkan penjelasan berulang. Sebagian menghadapi persoalan sosial dan emosional, sementara murid lainnya mudah kehilangan perhatian ketika pembelajaran berlangsung dengan pola yang sama setiap hari.

Kondisi itu mendorong SD Negeri 7 Salotungo menghadirkan sebuah inovasi pembelajaran bernama MAIN PANCA atau Media Interaktif Pengamalan Nilai Pancasila.
Inovasi yang dikembangkan Firmansyah, S.Pd., M.Pd. tersebut memanfaatkan teknologi digital untuk membuat pembelajaran Pancasila lebih dekat dengan karakter dan kebutuhan peserta didik.

MAIN PANCA menyajikan materi mengenai simbol dan nilai Pancasila dalam bentuk yang lebih beragam. Murid dapat mempelajari materi, menonton video edukatif, mengikuti permainan, menyelesaikan kuis, serta mengerjakan tugas kreatif.

Materi juga dapat dipelajari kembali secara mandiri. Pola ini memberi kesempatan kepada murid untuk mengulang bagian yang belum dipahami tanpa harus selalu menunggu penjelasan guru.

Salah satu bagian yang menjadi perhatian dalam MAIN PANCA adalah tugas berdiferensiasi. Murid dapat mengekspresikan pemahamannya melalui kegiatan menggambar, bercerita, menulis, atau bernyanyi.

Pilihan tersebut memberi ruang kepada murid dengan kemampuan dan minat yang berbeda untuk tetap terlibat dalam pembelajaran.

Pembelajaran tentang Pancasila pun diarahkan pada pengalaman yang lebih konkret. Ketika murid mengerjakan tugas bersama, mereka belajar bekerja sama. Saat mendengarkan pendapat teman, mereka belajar menghargai orang lain. Ketika menghadapi perbedaan dalam kelompok, mereka belajar menerima dan menghormati keberagaman.

Nilai seperti tanggung jawab, kepedulian, persatuan, dan sikap saling menghargai menjadi bagian dari aktivitas belajar yang mereka jalani.

Pendekatan ini penting karena tantangan pendidikan karakter saat ini tidak berhenti pada kemampuan anak mengenali lima sila. Anak perlu memahami bagaimana nilai tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari hari.

Teknologi kemudian digunakan untuk membuat proses tersebut lebih menarik bagi peserta didik.

MAIN PANCA memiliki fitur materi dan video interaktif, termasuk ringkasan materi simbol Pancasila, video yel yel, serta lagu edukatif. Ada pula permainan menjodohkan gambar dan kuis interaktif yang dapat digunakan sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran.

Bagi guru, media ini membantu memberikan layanan pembelajaran berbasis teknologi informasi. Materi dapat disampaikan dengan variasi aktivitas sehingga suasana kelas lebih dinamis.

Bagi peserta didik, MAIN PANCA membuka akses terhadap materi pembelajaran dengan cara yang lebih sesuai dengan dunia mereka.

Firmansyah mengatakan, penggunaan media tersebut memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran di kelas.

"Media ini sangat membantu dalam menumbuhkan minat dan meningkatkan hasil belajar murid di kelas," ujarnya.

Pengembangan MAIN PANCA juga membawa tujuan yang lebih luas bagi SD Negeri 7 Salotungo. Inovasi tersebut diharapkan dapat memperkuat karakter peserta didik berdasarkan nilai Pancasila sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

Nilai Pancasila yang mulai kurang terlihat dalam kebiasaan anak perlu terus diperkenalkan melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan mereka. Sekolah memiliki ruang yang besar untuk membangun kembali kebiasaan tersebut melalui proses belajar setiap hari.

MAIN PANCA menjadi salah satu cara yang ditempuh SD Negeri 7 Salotungo untuk menjawab kebutuhan itu. Materi Pancasila dikemas melalui media digital, sementara pengamalannya diarahkan melalui aktivitas belajar, kerja kelompok, permainan, tugas kreatif, dan pembiasaan di kelas.

Inovasi ini sekaligus menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pendidikan dapat diarahkan untuk memperkuat karakter. Anak belajar menggunakan media yang mereka kenal, tetapi nilai yang dibangun tetap berpijak pada Pancasila.

MAIN PANCA menjadi contoh pengembangan media pembelajaran yang berangkat dari persoalan nyata di ruang kelas. Inovasi tersebut diharapkan dapat menginspirasi guru dan sekolah lain untuk mengembangkan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman.
Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - ERABRITA.COM