Breaking News

Semangka Kampung Pangan Adhyaksa Wanasari Terus Berproduksi, Panen Agustus Capai 9 Ton/Hektar

LUWU TIMUR — Budidaya semangka di Desa Wanasari, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur, terus menunjukkan aktivitas produksi. Memasuki Agustus 2026, salah satu petani di desa yang dikenal sebagai Kampung Pangan Adhyaksa itu kembali memanen semangka dengan hasil sekitar 7 ton dari lahan seluas 75 are.

Jika dikonversi ke satuan hektare, hasil tersebut setara dengan produktivitas sekitar 9,33 ton per hektare.

Angka itu berada di atas rata-rata produktivitas semangka Kabupaten Luwu Timur pada 2024 yang tercatat sekitar 6,95 ton per hektare berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Dengan demikian, produktivitas pada lahan yang dipanen tersebut sekitar 34 persen lebih tinggi dibanding rata-rata kabupaten.

Namun, hasil 7 ton tersebut bukan merupakan total produksi semangka Desa Wanasari.

Kepala Desa Wanasari, Wayan Sardika, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil panen dari salah satu petani yang sedang memasuki masa panen.

“Ini bukan produksi keseluruhan kebun semangka di Wanasari. Itu salah satu petani yang sedang panen,” kata Wayan.
Menurutnya, aktivitas budidaya hortikultura di Wanasari terus berjalan dan menjadi bagian dari pengembangan potensi ekonomi masyarakat desa.

Wanasari sendiri merupakan salah satu desa binaan Kejaksaan Negeri Luwu Timur melalui program Kampung Pangan Adhyaksa sejak tahun 2021 - 2022. Pengembangan semangka dan melon telah dilakukan di desa tersebut sejak program itu berjalan. Pada 2023, pengembangan semangka tanpa biji di Wanasari telah disebut sebagai salah satu potensi yang mulai memberikan hasil ekonomi bagi masyarakat.

Pada Januari 2026, Wayan menyebut produksi melon dan semangka di Wanasari secara keseluruhan dapat mencapai sekitar 20 hingga 25 ton per bulan. Ia juga mengungkapkan adanya kerja sama pemasaran melalui BUMDes dengan salah satu jaringan ritel di Makassar dengan kebutuhan sekitar 6 ton buah per minggu.

Perkembangan tersebut kemudian mendapat penguatan melalui program PANDU JUARA (Pembangunan Desa Unggul, Maju, dan Sejahtera) yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur pada akhir 2025.

Dalam program tersebut, Wanasari ditetapkan sebagai salah satu desa yang dikembangkan berdasarkan potensi unggulan sektor buah-buahan. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menempatkan buah-buahan sebagai salah satu komoditas unggulan PANDU JUARA, bersama beras, kakao, ikan bandeng dan ayam petelur.

Kolaborasi antara Kampung Pangan Adhyaksa dan PANDU JUARA membuat pengembangan pertanian di Wanasari tidak hanya diarahkan pada produksi, tetapi juga pada penguatan ekonomi desa dan pemasaran hasil pertanian.

Panen semangka pada Agustus ini menjadi salah satu gambaran bahwa aktivitas produksi tersebut masih berjalan.

Dengan hasil 7 ton dari lahan 75 are, produktivitasnya mencapai 9,33 ton per hektare. Angka tersebut memang berasal dari satu lahan dan satu petani, sehingga tidak bisa dijadikan angka produktivitas seluruh Wanasari.

Namun, hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian budidaya semangka di desa tersebut mampu mencatat produktivitas di atas rata-rata Kabupaten Luwu Timur.

Bagi Wanasari, keberlanjutan produksi menjadi bagian penting dari upaya menjadikan potensi pertanian sebagai sumber pertumbuhan ekonomi desa, sejalan dengan arah PANDU JUARA yang menempatkan desa sebagai pusat pengembangan potensi lokal.
Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - ERABRITA.COM