Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Piloting Ruang Bersama Indonesia berupa peningkatan kapasitas dan keterampilan bagi perempuan di Kabupaten Soppeng.
Fatmawati didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Dr. dr. Evi Mustikawati Arifin, Sp.KK., M.Kes. dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-Dalduk KB) Provinsi Sulawesi Selatan Hj. Nursidah, S.ST., M.M.
Sebanyak 40 perempuan mengikuti pelatihan tersebut. Mereka masing-masing berasal dari Kelurahan Jennae sebanyak 20 orang dan Desa Ganra sebanyak 20 orang.
Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan keterampilan menjahit sekaligus membuka peluang bagi peserta mengembangkan kegiatan produktif yang dapat membantu perekonomian keluarga.
Fatmawati meminta bantuan peralatan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan tidak berhenti sebagai bantuan semata.
“Perempuan harus berdaya dan mandiri, minimal membantu ekonomi keluarga. Alat ini dimanfaatkan sebaik-baiknya agar produktif, jangan sampai dijual,” Ujar Fatmawati.
Pernyataan campur candaan tersebut disambut tawa para hadirin.
Menurut Fatmawati, bantuan mesin jahit dan mesin obras harus menjadi sarana bagi perempuan untuk terus mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan. Dengan peralatan tersebut, peserta diharapkan dapat menghasilkan produk dan secara bertahap mengembangkan kegiatan usaha.
Ia menekankan, pemberdayaan perempuan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan keterampilan, tetapi juga bagaimana keterampilan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga.
Kegiatan ini sebelumnya diisi dengan pelatihan menjahit. Peserta mendapatkan pembelajaran sekaligus praktik menggunakan mesin jahit, mulai dari pengenalan peralatan hingga mengolah kain menjadi produk yang memiliki nilai guna dan potensi ekonomi.
Bantuan 20 mesin jahit dan 20 mesin obras tersebut kemudian diberikan untuk mendukung peserta melanjutkan praktik dan mengembangkan keterampilan secara mandiri setelah pelatihan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemprov Sulsel mendorong perempuan agar memiliki keterampilan produktif, meningkatkan kemandirian, sekaligus berkontribusi terhadap kesejahteraan keluarga.
Dalam kegiatan itu turut hadir Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle KS Dalle, Pj. Sekretaris Daerah Soppeng H. Andi Haeruddin, Kapolres Soppeng AKBP Hari Budiyanto, Wakil Ketua II DPRD Soppeng Muhammad Taufan, Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng Hj. Suarni Suwardi, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Soppeng Hj. Andi Husniati, S.Sos., M.M., serta Camat Liliriaja dan Camat Lalabata.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah dan unsur Forkopimda tersebut memperlihatkan dukungan lintas sektor terhadap program pemberdayaan perempuan di Kabupaten Soppeng.
Bagi 40 peserta dari Jennae dan Ganra, bantuan tersebut bukan hanya peralatan pelatihan. Mesin jahit dan mesin obras diharapkan menjadi modal awal untuk membawa keterampilan dari ruang pelatihan ke kegiatan produktif di tengah masyarakat.
Program ini sekaligus membawa pesan bahwa peningkatan kapasitas perempuan perlu diikuti dengan dukungan sarana, sehingga keterampilan yang diperoleh memiliki peluang lebih besar untuk berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.
0 Komentar