Breaking News

Enam Inovasi Soppeng Disiapkan ke KIPP PRO 2026, Bupati Apresiasi Inovator Pelayanan Publik

SOPPENG — Enam inovasi pelayanan publik Kabupaten Soppeng disiapkan untuk mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Perluasan Skala, Replikasi dan Orientasi Global (KIPP PRO) Tematik Tahun 2026.

Enam inovasi itu dipilih karena memiliki keterkaitan langsung dengan tema yang diusung KIPP PRO tahun ini, yakni “Pelayanan Inklusif pada Fase Kelahiran.” Kementerian PANRB sebelumnya telah mengimbau pemerintah daerah untuk berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.

Kepala Bapelitbangda Soppeng Andi Agus Nongki, S.IP., M.Si. yang didampingi oleh Kepala Bidang Litbang Bapelitbangda Soppeng Andi Dewi Siswati, SE , menyampaikan kesiapan enam inovasi tersebut kepada Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng pada 14 September 2026. Pertemuan itu turut dihadiri perwakilan inovator dari masing-masing unit kerja.

Andi Agus menjelaskan, keenam inovasi tersebut dipilih karena memiliki keterkaitan dengan tema KIPP PRO 2026 dan dinilai memiliki pengalaman penerapan yang dapat dituangkan dalam proposal kompetisi.

Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng mengapresiasi para inovator dan instansi yang terus berupaya mencari cara baru untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Bupati Suwardi, lahirnya berbagai inovasi di lingkungan pemerintah daerah menunjukkan adanya kemauan dari jajaran perangkat daerah untuk melihat persoalan pelayanan dari dekat, kemudian mencari jalan keluar yang lebih baik.

“Saya mengapresiasi para inovator dan semua instansi yang terus berusaha mengembangkan inovasinya. Ini menunjukkan bahwa teman-teman di lapangan tidak berhenti bekerja, tetapi terus memikirkan bagaimana masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang lebih baik,” ujar Suwardi.

Bupati berharap semangat tersebut terus dipelihara. Menurutnya, inovasi yang sudah berjalan perlu terus diperbaiki agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

“Yang paling penting bukan hanya ikut kompetisi. Inovasi ini harus terus hidup dan berkembang karena tujuan akhirnya adalah masyarakat. Kalau ada yang masih kurang, kita perbaiki. Kalau sudah baik, kita kembangkan supaya manfaatnya semakin luas,” katanya.

Enam inovasi yang disiapkan Soppeng memiliki bidang layanan yang saling berkaitan dengan fase kehidupan ibu dan anak, termasuk kesehatan serta kesehatan jiwa.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mengikutkan BAYI PAPA (Bayi Lahir Pulang Dapat Akta). Inovasi ini berkaitan dengan layanan administrasi kependudukan bagi bayi yang baru lahir.

Dari RSUD Latemmamala terdapat dua inovasi, yakni FOR KIA (Forum Rujukan Kesehatan Ibu dan Anak) dan NO PSIKIS (Inovasi Psikiatri Komunitas Terintegrasi di Soppeng).

Dua inovasi lainnya berasal dari UPTD Puskesmas Ganra, yakni PERI-SEHAT, yang berkaitan dengan komitmen menjaga kehamilan dan konsumsi Tablet Tambah Darah selama kehamilan, serta PENTAS GIMURA (Peningkatan Pengetahuan dan Status Kesehatan Gigi Mulut Ibu Hamil di UPTD Puskesmas Ganra).

Satu inovasi lainnya adalah PEGANG JIDAT (Perhatikan Penderita Gangguan Jiwa di Sekitar Kita) dari UPTD Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu 119 Soppeng.

Andi Agus mengatakan, keikutsertaan dalam KIPP PRO menjadi ruang untuk memperlihatkan inovasi pelayanan yang telah dikembangkan oleh perangkat daerah dan unit pelayanan di Soppeng.

“Yang kita dorong adalah bagaimana inovasi ini terus hidup. Kalau memang efektif membantu masyarakat, harus dipertahankan, diperbaiki dan kalau memungkinkan dikembangkan lebih luas,” katanya.

Keenam inovasi tersebut selanjutnya dipersiapkan melalui proses penulisan proposal KIPP PRO. Kementerian PANRB menyediakan bahan sosialisasi, akun SINOVIK, formulir proposal serta layanan pendampingan melalui Helpdesk KIPP PRO.

KIPP PRO 2026 diarahkan untuk memperkuat budaya inovasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperluas dampak praktik-praktik pelayanan publik yang telah berjalan di daerah.

Bagi Soppeng, enam inovasi yang dibawa ke kompetisi tersebut menjadi gambaran bagaimana perangkat daerah mencoba menjawab kebutuhan masyarakat melalui layanan yang lebih spesifik, mulai dari bayi lahir, kesehatan ibu dan anak, kesehatan gigi ibu hamil hingga persoalan kesehatan jiwa.
Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - ERABRITA.COM