Breaking News

Gotong Royong Wujudkan Taman Literasi, SDN 210 Sanrangeng Masuk 6 Besar Soppeng

SOPPENG — Lorong di antara bangunan kelas SD Negeri 210 Sanrangeng, Kecamatan Liliriaja, Kabupaten Soppeng, tampak berbeda dari lorong sekolah pada umumnya.

Di sepanjang lorong itu terdapat berbagai media yang digunakan siswa untuk belajar. Ada bahan pengenalan abjad, angka, hingga materi yang memperkenalkan Aksara Lontara. Ruang yang sebelumnya hanya menjadi akses menuju kelas kini ikut digunakan sebagai tempat belajar.

Lorong tersebut menjadi bagian dari Taman Literasi dan Numerasi SDN 210 Sanrangeng yang dibangun dan ditata melalui kerja bersama guru, tenaga kependidikan, serta orang tua dan wali murid.

Aktivitas yang berlangsung di taman itu tidak terbatas pada membaca. Siswa juga dapat belajar mengenal abjad dan Aksara Lontara, melakukan permainan numerasi, hingga mengikuti kegiatan yang menggabungkan permainan dengan materi pembelajaran.

Salah satu yang dimanfaatkan adalah permainan tradisional Kadendeng. Permainan tersebut dikaitkan dengan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).

Ada pula kegiatan pengukuran yang membuat siswa berhadapan langsung dengan benda dan ruang di lingkungan sekolah.

Koordinator Taman Literasi dan Numerasi SDN 210 Sanrangeng, Aswan, mengatakan penataan taman dilakukan dengan melibatkan warga sekolah dan orang tua.

“Guru, tenaga kependidikan, dan orang tua saling membantu sesuai kemampuan masing-masing. Apa yang ada di lingkungan sekolah kami manfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar anak-anak,” kata Aswan.

Menurutnya, keberadaan taman itu diarahkan agar siswa memiliki pilihan ruang belajar selain ruang kelas.

“Anak-anak bisa membaca, berhitung, bermain, berdiskusi dan belajar melalui lingkungan sekolah. Jadi media yang ada di taman ini memang kami arahkan untuk digunakan dalam kegiatan mereka,” ujarnya.

Sejumlah media pembelajaran ditempatkan pada bagian-bagian yang mudah dilihat dan dijangkau siswa. Dengan begitu, materi yang mereka temui di taman dapat digunakan bersamaan dengan kegiatan belajar yang diberikan guru.

Kepala SDN 210 Sanrangeng, Hj. Muliyati, mengapresiasi keterlibatan guru, tenaga kependidikan, serta orang tua dalam penataan taman tersebut.

“Ini hasil kerja bersama. Guru, tenaga kependidikan dan orang tua memberikan waktu, tenaga dan dukungan untuk mewujudkannya. Kami berharap taman ini terus dimanfaatkan dalam kegiatan belajar anak-anak,” kata Hj. Muliyati.

Upaya tersebut turut membawa SDN 210 Sanrangeng masuk dalam enam besar penilaian Taman Literasi dan Numerasi tingkat Kabupaten Soppeng.

Tim penilai dari Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng telah melakukan kunjungan lapangan ke sekolah tersebut. Penilaian dilakukan dengan melihat langsung kondisi taman serta pemanfaatannya di lingkungan sekolah.

Bagi SDN 210 Sanrangeng, masuk enam besar menjadi catatan tersendiri bagi sekolah dan warga yang ikut terlibat dalam penataan taman.

Lorong sekolah yang sebelumnya berfungsi sebagai jalur menuju ruang kelas kini memiliki fungsi tambahan sebagai ruang belajar. Media yang ditempatkan di sana dapat ditemui siswa dalam aktivitas sehari-hari, sementara sejumlah permainan dan kegiatan digunakan guru untuk membawa pembelajaran keluar dari ruang kelas.

Keterlibatan orang tua juga membuat penataan taman tidak berhenti pada pekerjaan di lingkungan sekolah. Mereka ikut mengambil bagian dalam proses yang dikerjakan bersama guru dan tenaga kependidikan.

Kini, Taman Literasi dan Numerasi SDN 210 Sanrangeng menjadi salah satu bagian dari lingkungan belajar yang digunakan sekolah, sekaligus mengantarkan sekolah tersebut masuk enam besar tingkat Kabupaten Soppeng.
Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - ERABRITA.COM