Breaking News

Prof Andi Salman: Publik Harus Tahu Apa yang Dikerjakan Pemerintah

SOPPENG — Pemerintah tidak cukup hanya bekerja. Apa yang dikerjakan dan kebijakan yang dijalankan perlu diketahui publik.

Hal itu disampaikan Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Andi Salman Maggalatung, saat ditemui di rumah keluarganya di Cabbenge, Kecamatan Lilirilau, Soppeng, Kamis malam, 3 September 2026.

Menurut Prof Salman, salah satu strategi yang tengah ditekankan Kementerian Agama adalah memperkuat publikasi kebijakan dan seluruh kegiatan yang dijalankan.

“Publik harus tahu apa yang dilakukan pemerintah,” ujar Prof Salman.

Andi Salman kemudian mengutip pemikiran Presiden Soekarno mengenai tiga kekuatan penting yang dapat menentukan masa depan sebuah bangsa, yakni cendekiawan, generasi muda dan media.

“Kalau mau kuasai dunia, miliki tiga hal yakni cendekiawan, generasi muda dan media,” kata Prof Salman, mengutip Soekarno.

Dalam pandangannya, media mempunyai posisi penting dalam menyampaikan kerja-kerja pemerintah kepada masyarakat. Program yang dijalankan pemerintah, menurutnya, perlu dikomunikasikan agar masyarakat mengetahui apa yang sedang dilakukan dan ke mana arah kebijakan tersebut.

Pembicaraan kemudian berkembang pada persoalan yang dihadapi pemerintah daerah, khususnya tekanan fiskal yang semakin menuntut daerah untuk berhitung cermat dalam mengambil kebijakan.

Prof Salman mengatakan keterbatasan fiskal harus dihadapi dengan kreativitas. Pemerintah daerah perlu melihat kembali prioritas program, mengoptimalkan potensi yang tersedia dan berhati-hati agar kebijakan yang diambil tidak justru menambah beban masyarakat.

“Daerah perlu kreatif dalam mengatasi tekanan fiskal dan berhati-hati dalam mengambil kebijakan sehingga tidak terlalu membebani masyarakat,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, komunikasi dengan pemerintah pusat juga dinilai penting. Ia mendorong pemerintah daerah lebih intens membangun komunikasi dengan pemerintah pusat untuk mencari dukungan maupun alternatif penyelesaian atas persoalan yang dihadapi daerah.

“Intensif melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat,” ungkap Prof Salman.

Baginya, kemampuan daerah membaca situasi fiskal menjadi penting. Keterbatasan anggaran tidak boleh membuat pemerintah kehilangan kreativitas dalam memberikan pelayanan dan menjalankan pembangunan. Pada saat yang sama, setiap kebijakan harus diperhitungkan agar masyarakat tidak menjadi pihak yang paling terbebani.

Kunjungan Prof Salman di Sulawesi Selatan kali ini diisi sejumlah agenda. Di Soppeng akan mengunjungi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Soppeng setelah melaksanakan Salat Jumat di Masjid Raya Soppeng.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Sengkang untuk mengunjungi Pondok Pesantren As'adiyah. Selebihnya, agenda kunjungan lebih banyak diisi dengan silaturahmi keluarga di Atapange dan Gilireng.

Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan diisi perbincangan mengenai sejumlah persoalan aktual, mulai dari komunikasi pemerintah dengan publik hingga tantangan fiskal yang sedang dihadapi daerah.

Bagi seorang yang kini berada di lingkungan Kementerian Agama dan bersentuhan langsung dengan kebijakan nasional, perhatian Salman terhadap komunikasi publik dan kondisi fiskal daerah memperlihatkan satu hal yaitu kebijakan pemerintah perlu berjalan beriringan dengan kemampuan menjelaskan kebijakan tersebut kepada masyarakat serta membaca kondisi nyata yang dihadapi daerah.
Baca Juga

0 Komentar

© Copyright 2022 - ERABRITA.COM