MAKASSAR — Ketua DPD Depidar XIX SOKSI Sulawesi Selatan, Andi Patarai Amir, menegaskan organisasi yang dipimpinnya ingin mengambil peran lebih besar dalam memperkuat Partai Golkar.
Hal itu disampaikan Patarai saat pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XIX SOKSI Sulsel di Swiss-Belhotel Makassar, Minggu (6/9/2026). Rakerda tersebut berlangsung selama dua hari, 6-7 September 2026, dengan mengangkat tema “Konsolidasi Kekaryaan SOKSI Sulsel Mengawal Transformasi Ekonomi dan Demokrasi Inklusif.”
Menurut Patarai, hubungan SOKSI dengan Golkar tidak semestinya dipahami sebatas hubungan antara organisasi pendukung dan partai. SOKSI, kata dia, harus mempunyai kontribusi dalam membangun kekuatan partai.
“SOKSI tidak boleh hanya dibesarkan oleh Partai Golkar, tetapi SOKSI harus ikut membesarkan Partai Golkar,” kata Patarai saat pembukaan Rakerda.
Legislator Sulsel dari Partai Golkar itu mengatakan Rakerda menjadi forum untuk menentukan program kerja organisasi ke depan. Waktu pelaksanaannya yang ditempatkan setelah Musda Partai Golkar Sulsel juga telah diputuskan melalui rapat pleno.
Patarai mengatakan langkah itu dimaksudkan agar program SOKSI dapat berjalan searah dengan agenda Partai Golkar di Sulawesi Selatan.
“Kami ingin menyinkronkan program-program kerja SOKSI dengan program kerja Partai Golkar,” ujarnya.
Ia juga menyatakan SOKSI Sulsel siap mendukung program yang dijalankan Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin, selama program tersebut berkaitan dengan kepentingan dan penguatan partai.
Di internal organisasi, SOKSI Sulsel menempatkan P2KB sebagai salah satu program prioritas. Program tersebut diarahkan pada perekrutan sekaligus pembinaan kader agar memiliki kapasitas untuk mengisi dan memperkuat organisasi.
Patarai menilai kader-kader hasil pembinaan itu nantinya dapat menjadi bagian dari kekuatan yang ikut menopang Partai Golkar.
Penegasan mengenai posisi SOKSI itu juga disampaikan Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin dalam pembukaan Rakerda pada Minggu (6/9/2026). IAS mengingatkan bahwa posisi SOKSI dalam sejarah Golkar tidak bisa dilepaskan dari proses awal pembentukan dan perkembangan kekuatan Golkar.
Ia mengatakan pemahaman mengenai hubungan SOKSI dan Golkar perlu ditempatkan dalam konteks sejarah tersebut.
“Kalau kita kembali melihat perjalanan sejarah, justru SOKSI-lah yang menjadi salah satu kekuatan yang merintis dan membesarkan Golkar hingga kemudian berkembang menjadi sebuah partai politik,” ujar IAS.
IAS juga menilai perubahan teknologi dan cara masyarakat memperoleh informasi telah mengubah pola kerja organisasi. Karena itu, ia mendorong SOKSI memperluas kaderisasi dan memberi ruang lebih besar kepada generasi muda.
Menurutnya, Golkar harus menjadi ruang yang memungkinkan kader SOKSI berkembang dan mengambil bagian dalam kepemimpinan di masa mendatang.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Depinas SOKSI Mukhammad Misbakhun juga menekankan pentingnya konsolidasi organisasi. Dalam sambutannya pada pembukaan Rakerda, Minggu (6/9/2026), ia menyebut konsolidasi sebagai pekerjaan utama untuk memperkuat kembali SOKSI.
Ia meminta jajaran SOKSI Sulsel tidak berhenti pada pembenahan struktur, tetapi juga memperbanyak kader dan memperluas kehadiran organisasi di tengah masyarakat.
“Kita harus melakukan konsolidasi, memperkuat struktur, memperbanyak kader, dan yang paling penting, kita harus kembali hadir di tengah-tengah masyarakat,” katanya.
Misbakhun juga mengingatkan posisi SOKSI bersama MKGR dan KOSGORO 1957 dalam perjalanan sejarah Golkar. Menurut dia, ketiga organisasi tersebut memiliki peran penting dalam membangun kekuatan yang kemudian berkembang menjadi Partai Golkar.
Karena itu, ia meminta penguatan SOKSI berjalan bersamaan dengan upaya memperkuat kembali Partai Golkar.
“Kalau kita ingin mengembalikan kejayaan Golkar, maka kita harus mulai dengan membangun kembali kekuatan organisasinya. Dan SOKSI harus mengambil bagian penting dalam perjuangan itu,” ujarnya.
Rakerda XIX SOKSI Sulsel dihadiri jajaran Depinas SOKSI, di antaranya Sekjen Depinas SOKSI Putri Komaruddin, Bendum Depinas SOKSI Bagus Adhi Mahendra Putra, Waketum Depinas SOKSI Hakim Komaruddin, serta pengurus teras Depinas SOKSI Risman Pasigai, Abdul Razak dan Azhar Adam.
Hadir pula Ilham Arief Sirajuddin, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Bupati Soppeng Suwardi Haseng, serta sejumlah legislator Partai Golkar.
0 Komentar