SOPPENG — Sebanyak 211 orang dewasa menamatkan program Pendidikan Al-Qur’an Orang Dewasa (Dirosa) yang digelar Muslimah DPD Wahdah Islamiyah Soppeng bekerja sama dengan TP PKK Kabupaten Soppeng.
DIROSA merupakan metode praktis belajar membaca Al-Qur'an yang dikhususkan bagi orang dewasa. Metode ini dirancang agar peserta yang belum bisa sama sekali (dari nol) dapat membaca Al-Qur'an dalam sekitar 20 kali pertemuan fleksibel.
Penamatan tersebut yang dihadiri sekitar 500 orang, dirangkaikan dengan Seminar Al-Qur’an di Gedung Lapatau, Soppeng, Ahad (20/9/2026).
Mengangkat tema “Bersama Al-Qur’an dalam Harmoni, Cinta dan Perjuangan”, kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya satu tahapan belajar bagi ratusan peserta dewasa yang mengikuti pembelajaran Al-Qur’an.
Ketua TP PKK Kabupaten Soppeng mengatakan, penamatan 211 peserta tidak semata menjadi seremoni wisuda. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menghargai perjuangan para ibu yang memilih meluangkan waktu belajar Al-Qur’an di tengah kesibukan sebagai ibu, istri dan bagian dari masyarakat.
“Hari ini kita sedang merayakan perjuangan dan kecintaan para ibu untuk kembali dekat dengan Al-Qur’an,” ujarnya dalam sambutan.
Ia mengungkapkan, perjalanan belajar para peserta tidak selalu mudah. Ada yang sebelumnya merasa malu karena belum lancar membaca Al-Qur’an, kesulitan membedakan huruf hingga harus mengulang bacaan berkali-kali.
“Di tengah kesibukan sebagai seorang ibu, istri dan bagian dari masyarakat, masih ada kemauan untuk meluangkan waktu belajar Al-Qur’an,” katanya.
Menurutnya, tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut juga menggambarkan posisi Al-Qur’an dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Al-Qur’an diharapkan tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi menjadi pedoman dalam membangun keluarga, menjaga ukhuwah dan menjalani kehidupan dengan penuh kebaikan.
Program Dirosa yang dijalankan Muslimah Wahdah Islamiyah Soppeng dinilai sejalan dengan semangat Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an.
Ketua TP PKK Soppeng menyampaikan apresiasi kepada Muslimah Wahdah Islamiyah Soppeng, para pengajar Dirosa, ustadzah serta pihak-pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran.
Ia juga mengajak masyarakat dari tingkat kecamatan hingga kelurahan untuk menghidupkan pengajaran dan pembelajaran Al-Qur’an.
Kepada para pengajar Dirosa, ia menyampaikan penghargaan atas kesabaran mendampingi peserta selama proses belajar.
“Boleh jadi yang diajarkan hanya satu huruf atau satu ayat, tetapi bisa jadi dari situlah lahir sebuah keluarga yang semakin dekat dengan Al-Qur’an,” ujarnya.
Ia berharap setiap proses pembelajaran yang dilakukan para pengajar menjadi amal yang terus mengalir.
“Semoga setiap huruf yang diajarkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” katanya.
Selain tasyakuran penamatan 211 peserta, kegiatan tersebut juga diisi Seminar Al-Qur’an dengan pemateri dr. Hj. Marlina Since, S.Ked.
Rangkaian kegiatan ini mempertemukan para peserta yang telah menyelesaikan tahapan pembelajaran Dirosa sekaligus menguatkan kembali semangat untuk terus belajar dan berinteraksi dengan Al-Qur’an.
0 Komentar