Breaking News

Setelah Dinding Jadi Layar Sentuh, Ismail Jumarang Kembangkan SCD dengan Kaca dan Laser

SOPPENG — Dinding kelas di SDN 53 Lajarella, Kabupaten Soppeng, pernah diubah menjadi layar interaktif melalui Smart Class Device (SCD) yang dikembangkan Muhammad Ismail Jumarang.

Kini, Ismail mengembangkan teknologi tersebut dengan bentuk baru. Dinding digantikan kaca bening sebagai media layar, sementara interaksi yang sebelumnya dilakukan dengan sentuhan diganti menggunakan laser gun.

Pada pengembangan terbaru ini, materi pembelajaran diproyeksikan ke permukaan kaca bening. Siswa kemudian mengarahkan laser gun ke bagian tertentu pada tampilan untuk berinteraksi dengan materi yang disajikan.

Kaca tersebut menjalankan fungsi yang sebelumnya dilakukan dinding kelas. Perbedaannya terletak pada media dan cara pengguna berinteraksi dengan tampilan.

Siswa tidak lagi menyentuh layar. Mereka cukup mengarahkan laser ke objek yang ditampilkan.

Pengembangan ini merupakan kelanjutan dari SCD yang sebelumnya dikembangkan Ismail untuk kebutuhan pembelajaran di SDN 53 Lajarella.

Pada SCD generasi sebelumnya, dinding kelas digunakan sebagai layar interaktif. Proyektor menampilkan materi ke permukaan dinding, sedangkan perangkat sensor dan modul elektronik memungkinkan siswa berinteraksi langsung dengan tampilan tersebut.

Materi pelajaran, kuis hingga permainan edukatif dapat ditampilkan melalui sistem tersebut. Dalam penerapannya pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam, misalnya, ayat Al-Qur'an ditampilkan melalui SCD kemudian siswa mengerjakan kuis yang berkaitan dengan materi.

Konsep itu membuat dinding kelas memiliki fungsi baru sebagai media pembelajaran.

SCD dikembangkan Ismail dengan memadukan sejumlah perangkat, antara lain mini PC, proyektor, modul elektronik dan perangkat sensor. Ismail juga mengembangkan program serta merangkai perangkat yang digunakan dalam sistem tersebut.

Dari penggunaannya di ruang kelas, SCD kemudian mendapat pengakuan dalam berbagai ajang inovasi dan kompetisi guru.

Pada Innovation Latemmamala Award, SCD mencatat sejumlah prestasi dan masuk dalam jajaran inovasi unggulan daerah Soppeng.

Pada 2025, Ismail membawa SCD dalam Anugerah Guru Prima PGRI Sulawesi Selatan melalui karya ilmiah berjudul Pembelajaran Interaktif, Adaptif, dan Mendalam dengan Inovasi Smart Class Device. Ia meraih Juara I tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Prestasi itu berlanjut di tingkat nasional.

Ismail kemudian membawa inovasi yang sama ke Anugerah Guru Prima PGRI Nasional 2025 dan meraih Juara II kategori Guru SD.

Penghargaan tingkat nasional tersebut menjadi salah satu capaian tertinggi dalam perjalanan SCD sejak dikembangkan di SDN 53 Lajarella.

Perjalanan SCD berlanjut pada 2026. Inovasi tersebut tampil dalam Pameran Pendidikan Dies Natalis ke-65 Universitas Negeri Makassar (UNM) pada Juli lalu.

Kini, pengembangan SCD memasuki bentuk baru melalui penggunaan kaca bening dan laser gun.

Perubahan tersebut membawa dua perkembangan yang jelas. Pada versi sebelumnya, dinding menjadi layar dan sentuhan menjadi kendali. Pada versi terbaru, kaca bening menjadi layar dan laser menjadi kendali.

Materi tetap ditampilkan melalui proyeksi, tetapi cara siswa berinteraksi dengan materi berubah.

Dari dinding kelas ke kaca bening, SCD terus dikembangkan Ismail Jumarang sebagai media pembelajaran interaktif. Teknologi yang awalnya digunakan di ruang kelas SDN 53 Lajarella kini memiliki bentuk baru dengan sistem interaksi tanpa sentuhan.
Baca Juga

1 Komentar

  1. Terima kasih atas Supportnya, semoga inovasi ini memberi perubahan pada pendidikan Bumi Latemmamala. Langkah berani ini kami lakukan untuk mewunudkan pendidikan yang berpusat pada peserta didik, bukqn lahi guru sebagai pusat. Guru harus berani melakukan transformasi untuk menciptakan generasi hebat, mandiri, kolaboratif, inovatif dan memiliki kemampuan berpikir kritis serta kemandirian dalam pembelajaran.

    BalasHapus

© Copyright 2022 - ERABRITA.COM