Bertindak sebagai inspektur upacara, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, H. Andi Muhammad Surachman, memimpin jalannya upacara yang dihadiri unsur Forkopimda, kepala OPD, pimpinan BUMN dan BUMD, Dewan Pendidioan, PGRI, serta insan pendidikan dari tingkat TK hingga SMA.
Upacara diawali dengan penyerahan penghargaan kepada sejumlah sekolah dan pelajar berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas capaian di tingkat provinsi hingga nasional.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Pj Sekda Soppeng didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Andi Sumangerukka serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aryadin.
Sejumlah penerima penghargaan di antaranya:
SD Negeri 17 Bila, Juara 1 Nasional Lomba Video Dokumentasi Revitalisasi Sekolah Jenjang SD Tahun 2026
Jibriel Syam, siswa SMP Negeri 1 Lilirilau, Juara 2 Nasional Festival Etnik Model Indonesia 2026
SD Negeri 26 Tinco, SD Negeri 5 Mattiropole, SMP Negeri 1 Donri-Donri, dan MAN 1 Soppeng sebagai peraih Adiwiyata tingkat Provinsi Sulawesi Selatan
SMAN 1 Soppeng melalui Andi Jo Karim Mappatunru, Juara 3 Nasional Kompetisi Cerdas Cermat Anti Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme
Penghargaan ini menjadi penegasan bahwa capaian pendidikan di Soppeng terus menunjukkan progres di berbagai bidang, baik akademik, karakter, maupun kepedulian lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Pj Sekda membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dengan tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”
Amanat tersebut menekankan pentingnya transformasi pembelajaran melalui pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam, guna mendorong peserta didik berpikir kritis, kreatif, dan mampu menyelesaikan persoalan nyata.
Selain itu, pendidikan ditegaskan sebagai proses memanusiakan manusia, tidak sekadar transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter, nilai, dan empati.
“Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah,” demikian kutipan amanat yang dibacakan.
Konsep partisipasi semesta juga menjadi penekanan utama, dengan mendorong keterlibatan aktif seluruh elemen dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Amanat tersebut juga menggarisbawahi pentingnya integrasi tri pusat pendidikan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, sebagai fondasi utama dalam menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas.
Upacara Hardiknas 2026 di Soppeng tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi momentum refleksi sekaligus akselerasi peningkatan mutu pendidikan daerah, dengan menempatkan kolaborasi dan kualitas pembelajaran sebagai kunci utama.
0 Komentar